Belajar dari Sang Pemenang
Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan, Penulis), Sarwandi Eka Sarbini (Magicvator, Penulis), Felix Siauw (Penulis Buku Beyond The Inspiration)
The Miracle of You
Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda
Training Otak Kanan
Training Seharian bersama Mr. Magicvator
Karya Mr. Magicvator, Anda sudah baca?
Kunjungi Gramedia Terdekat atau Pesan lewat Management Magicvator SMS/WA: 089648969622 (Dapat TTD Penulis)
Training Smart Brain - Teknik Menghafal Cepat dan Melejitkan Daya Ingat!
Cek dan klik -> facebook.com/SarwandiEkaSarbini
Thursday, September 15, 2016
CULTURE DISPLACEMENT AND BEHAVIOR OF THE TEENAGER
Thursday, August 11, 2016
Tamparan Guruku
Kata "bolos" baru saya tahu ketika seorang siswa tanpa izin tak hadir ke sekolah. Agak mirip dengan "alfa", hanya lebih ekstrim lagi, bolos disebut-sebut pulang sekolah sebelum jam pulang.
Suatu waktu, setelah seluruh pelajaran selesai. Masih ada 30 menit pagar sekolah baru akan dibuka.
Hanya ada kelemahan pada pintu/gerbang pagar belakang sekolah saya saat itu. Koyak dan mudah dilewati untuk keluar dari sekolah.
Nah saat itu juga, saya melihat seorang guru Bahasa Inggris sedang dikerumuni oleh banyak siswa, baik se-angkatan saya maupun senior.
Saya coba melihat apa yang sedang dibincangkan, tapi tampaknya tidak begitu menarik. Akhirnya saya memutuskan pulang saja ah.
Ketika saya hampir melewati pintu pagar, tiba-tiba suara keras memanggil saya, tanpa menyebut nama. "Woi, kesini!"
Saya pun belum merasa, bahwa saya yang dipanggil. Eh, siswa-siswa lain melihat saya, bertanda bahwa memang saya yang dipanggil.
Saya pun menghadap kepada guru ini (yang dikenal berpiawai tegas). Apa yang terjadi? Tanpa basa-basi, saya kena tampar! Sakit sekali.... duuuh. Ini pertama kali kena tamparan.
"Kenapa keluar pagar? Ini baru jam berapa?" Tanya dengan suara marah guru ini.
Sambil menahan sakitnya bukan main. Saya jawab, "Sudah diizinkan pulang oleh Guru Bahasa Daerah, Pak."
"Tapi ini belum waktunya pulang. Siapa nama guru yang menyuruhmu pulang?" Tanya lagi dari guru ini.
Saya jawab, "Saya belum hafal namanya Pak."
Saya diketawai oleh seluruh siswa saat itu. Dan guru ini bertanya ke siswa yang lain, "siapa kira-kira gurunya?"
Akhirnya, ada yang menebak, dan saya pun mengiyakan. Iya itu Pak nama gurunya.
Setelah kejadian itu saya pun disuruh pergi dari kerumunan. Mendadak jadi terkenal sih sebenarnya. Hehehe. Tapi, parah.
Sambil berlari menjauh dari kerumunan, saya menangis tersedu-sedu. Sakiiiiit-nya tuh di sini. *di pipi dan di hati.
Ah, sudahlah. Saya menahan dendam. Saya tak lapor ke orang tua saya. Mungkin sampai saya pertama kali menulis kisah nyata ini, ayah saya pasti baru tahu bahwa saya punya pengalaman pahit sejak SMP seperti ini. "I'm sorry, Dad."
Setahun berlalu, ketika naik kelas. Saya pun mendapati guru yang menampar saya itu menjadi guru saya di kelas 8 (kelas 2 SMP). Antara mengingat masa lalu dan malu. Saya pun tetap ikut belajar jam kelasnya.
Apa yang terjadi? Saya lah satu-satunya siswa dengan nilai tertinggi di pelajaran Bahasa Inggris, nilai 95 dari seluruh siswa di kelas saya.
Guru ini malah menjadikan saya sebagai siswa favoritnya. Walah walah. Berbalik keadaan.
Ternyata, prestasilah yang membuat orang yang pernah benci sama kita menjadi suka.
Akhirnya, ketika akhir 2015. Saya baru berjumpa lagi dengan guru ini yang sudah hampir pensiun. Saya ngobrol pakai English. Seru juga.
Beliau pun tanya apa profesi/aktivitas saya saat ini. Saya jawab, salah satunya sebagai penulis. Dan juga mendirikan kursus Bahasa Inggris.
Beliau-pun meminta buku karya saya. Saya pun janji, kalau ketemu lagi saya akan beri satu buku.
Ketika saya sedang ke Kantor Pos, eh ketemu lagi sama Pak Guru. Hehe. Beliau menagih. "Mana nih buku yang dijanjikan?" (Tapi, pakai Bhs. Inggris).
Saya pun keluar kantor untuk ambil satu buku di dalam mobil, lalu masuk ke kantor lagi dan memberikannya ke beliau. Ini Pak, Buku The Miracle of You.
Sebuah buku yang terinpirasi dari pengalaman saya mencintai Pelajaran Bahasa Inggris. Dan membuat judul Bhs. Inggris, walau isinya Bhs. Indonesia. But, it's ok 'kan? Hehehe.
Alhamdulillah, penuh kebanggaan dan rasa senang di setiap ucapan Guru saya ini. Dan mendukung profesi saya. Sambil cium tangan. Saya minta pamit dulu.
Aha, sampai berita tentang kasus penamparan seorang guru terhadap siswa karena tidak kerjakan PR. Saya terinspirasi menulis kisah ini.
Satu makna yang saya ambil. Jangan dendam dan dengki terhadap gurumu. Malah, bisa jadi dia yang paling bangga kepadamu, selain orang tuamu.
Akhirnya saya saat ini rutin untuk memberi Pelatihan untuk Guru-Guru, seperti yang ada pada bit.ly/JagoTeachingTanpaPusing. Apa yang terjadi? Malah sekarang saya menjadi guru juga (istilah kerennya Trainer, untuk guru-guru lebih kreatif dan menyenangkan).
Dan ya, mungkin perbuatan tamparan itu tidak mengenakkan pada diri saya, akhirnya saya bertekad membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik! Tanpa sentuhan fisik, walau masih ada praktek seperti itu.
Mohon doanya, semoga perjalanan ini bisa sampai tujuan, menciptakan Guru yang Kreatif, Menyenangkan dan Ngangenin!
Terima kasih sudah menyimak tulisan ini. Semoga menginspirasi.
Salam Hangat,
Sarwandi Eka Sarbini
Saturday, March 22, 2014
Apa Passion Hidupmu?
- Apakah Anda bosan karena hasilnya begitu-begitu saja?
- Ataukah hasilnya ada, tapi membuat Anda tidak bergairah alias semangat setiap waktu?
Apa
itu passion? Secara etimologi, berarti yang menggairahkan. Secara terminologi,
sebuah hasrat untuk menjalankan sesuatu tanpa ada rasa jenuh! Well, kira-kira
apa passion Anda? Berbisnis atau berkarir? Kalau berbisnis, jenis bisnis apa?
Pendidikan, makanan, kesehatan, clothing, percetakan, atau yang lainnya? Kalau
berkarir, jenis karir apa? Jadi seorang pembicara, akuntan, trainer, penulis,
atlit, bidang sosial atau yang lainnya? Singkat kata, Anda mengejar cinta,
tahta, atau harta? - Anda menjalaninya dengan sangat menyenangkan.
- Anda walau tak dibayar, Anda mau menjalaninya.
- Kalau Anda menjalaninya, Anda dapat persepsi dari orang lain bahwa itulah kelebihan Anda.
- Bahkan orang lain rela dan mau membayar Anda untuk melakukan hal tersebut.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan share ke akun facebook atau twitter Anda. klik menu "share" yang ada di bawah ^_^
Thursday, February 20, 2014
Berjumpa dengan Presiden
- Beliau bertanya tentang karakter saya, apakah saya sentimentil, kerja keras, dan kuat?
- Setelah beliau tanyakan itu, saya menjawab tentang diri saya. Dan beliau pun menjelaskan tentang kepribadian yang cocok dengan profesi saya ke depannya. Beliau tahu bahwa saya senang di dunia pendidikan. Akhirnya beliau berkata, kamu cocok menjadi kepala sekolah.
- Sambil beliau merangkul pundak kiri saya, dan beliau berada di sebelah kanan saya. Sambil mengantarkan saya keluar dari ruangan dengan penuh hangat dan terus memotivasi saya. Wow. This is really motivated!
- Orang-orang dalam ruangan itu pun meng-aamiin-kan tentang potensi diri untuk saya bangun ke depannya menjadi lebih baik.
Sunday, April 14, 2013
Tips untuk Menghadapi dan Memastikan Lulus Ujian Nasional
1. Ikhtiar
2. Doa
3. Amal
Kadang nih, ada yang bernadzar, kalau lulus UN maka akan berpuasa sekian hari. Mestinya dibalik caranya, berpuasalah terlebih dahulu sebelum pengumuman maka Allah kasih pengumuman yang mengejutkan, yakni kelulusan. Jadi, puasanya dibayar di depan, bukan di belakang pas pengumuman. Ini salah satu amal yang harus dipahami. Lagian, bernadzar itu nggak diwajibkan di dalam Islam, bahkan ada ulama yang melarangnya. Yang benar gimana? Mestinya beramal-lah untuk memenuhi hajat, bukan nanti terpenuh hajat baru beramal.
Begitupula dalam sedekah. Jangan nanti lulus UN baru bersedekah, justru bayarlah dengan mata uangnya (baca: sedekah) di depan, maka kita pun pasti akan mendapatkan apa yang kita hajatkan, dalam hal ini lulus UN. Jadi, bersedekahlah di awal, maka akan dituai hasilnya di akhir. Siap laksanakan? Kalau siap, cek di dalam kantong celana dan baju atau dalam dompet, silakan sedekahkan dan niatkan kepada Allah semata agar membalas dengan lulus Ujian Nasional.
Wednesday, November 14, 2012
Audio Motivasi The Magicvator
Monday, March 22, 2010
10 Tips Saat Ujian

terhadap perkembangan belajarmu.
Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:
-
Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian. -
Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. -
Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak. -
Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban. -
Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil
-
Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan. -
Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu. -
Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu. -
Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas. -
Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.
Semoga teman-teman yang ujian bisa lulus ya..!! amien (Wandi Cyber)
Thursday, March 18, 2010
Peranan Indeks Prestasi (IP) dalam Dunia Kerja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh
Peranan Indeks Prestasi (IP) terhadap keberhasilan alumni sebuah perguruan tinggi dalam dunia kerja merupakan suatu syarat dalam suatu pencapaian tersebut. Artinya bahwa IP merupakan suatu bukti keberhasilan dalam akademik alumni dalam studinya selama kuliah. Untuk bisa mengukur tingkat prestasi dalam suatu kuliah yang ditekuni oleh seorang alumni diperlukan Indeks Prestasi dengan bentuk penilaian yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan.
Hal yang perlu diketahui oleh alumni perguruan tinggi, dalam dunia kerja, suatu perusahaan telah menjadikan suatu standar IP bagi lulusan di suatu perguruan tinggi, baik negeri ataupun swasta, untuk bisa menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut.
Banyak mahasiswa yang masih menganggap tidak pentingnya suatu standar IP untuk bisa mencapai keberhasilan di dunia kerja, seperti anggapan apa arti sebuah IP?! Hal ini menjadi alas an mereka yang membuat mereka hanya makin malas untuk belajar, karena dia hanya menganggap itu hanya suatu formalitas ketika selesai kuliah. Padahal tidak sesempit itu, karena IP adalah tanda bahwa anda mengikuti kuliah baik atau kurang baik. Karena yang menilai hal tersebut tidak lain adalah dosen kita sendiri. Tentunya itu telah tercantum rajinnya kita kuliah, mengerjakan tugas, pendekatan, dan lain sebagainya.
Jika ada mahasiswa yang mengatakan bahwa yang penting ilmunya. Sangat betul, tidak ada yang salah dari pernyataan tersebut, tapi hal itu seolah meniadakan system penilaian yang telah ditentukan oleh suatu lembaga pendidikan. Artinya ilmu itu butuh penilaian dalam pencapaian yang baik, kenapa demikian, karena jika para mahasiswa mengatakan “yang penting ilmunya” dan juga dibuktikan dalam bentuk penilaian yakni dengan mencapai IP yang memuaskan, maka hal itu lebih baik lagi.
Oleh karena itu, untuk mahasiswa setiap perguruan tinggi, mari kita tetap mengejar prestasi belajar kita, dengan mengejar ilmu dan nilai, saya (penulis) tidak mengatakan kita menjadi orang yang egois dalam nilai, tapi kita mesti bersama-sama mencapai kedua hal tersebut sehingga ketika berada di dunia kerja, kita dapat melewati salah satu syarat yang ditentukan oleh suatu perusahaan, yakni memiliki nilai standar IP < style="">Wassalam.













