Sarwandi Eka Sarbini -Mr.Magicvator-: Pendidikan

Belajar dari Sang Pemenang

Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan, Penulis), Sarwandi Eka Sarbini (Magicvator, Penulis), Felix Siauw (Penulis Buku Beyond The Inspiration)

The Miracle of You

Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda

Training Otak Kanan

Training Seharian bersama Mr. Magicvator

Karya Mr. Magicvator, Anda sudah baca?

Kunjungi Gramedia Terdekat atau Pesan lewat Management Magicvator SMS/WA: 089648969622 (Dapat TTD Penulis)

Training Smart Brain - Teknik Menghafal Cepat dan Melejitkan Daya Ingat!

Cek dan klik -> facebook.com/SarwandiEkaSarbini

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Thursday, September 15, 2016

CULTURE DISPLACEMENT AND BEHAVIOR OF THE TEENAGER

Ini adalah tulisan/artikel saya sejak kuliah di Unhas di Mata Kuliah Bahasa Inggris, tepatnya pada tanggal 06 April 2009


CULTURE DISPLACEMENT AND BEHAVIOR OF THE TEENAGER

If we want to get stop doing our lecturing, let’s keep a close watch on the trend of the teenagers’ behavior, it will be interested to be thought up. The rapid of capitalism and certain elite conglomerate, the growth of the quantitative hotspots and shopping centre make the fungi grow in the rainy season. This phenomenon directly and indirectly influences the culture and behavior pattern of the teenager today. The culture displacement begins to contaminate the teenager without compromise and big exodus about the paradigm of the teenager from the eastern cultural to western cultural. As we can see the hedonist teenager dally with their hairstyle and thank top or junkie’s fashion, and the other digital tools. The society climate is very different with the former.

Euphoria pop teenager cultural: the yield Globalization

The man must be changed. It’s the basic of the thinking in our mind. Of course, we want to grow the culture and mind optimally, because it will firm their position on the earth as the perfect God Creature than the other creatures.

Today, the man is going to the contradiction time with the previous phase, namely globalization. In one side the man is demanded to be more modern, in technology aspect, law, social, politic, democracy, and all of the system that must be perfected. Technology in informatics, medical, biotechnology, and transportation underwent the terrifying growth break away the space and time. But, we couldn’t forget that the result of the man development have the relative and ambivalent quality. The negative influence of the globalization is euphoria pop cultural, free trade, marginalization of the weak social, and gap relation between rich and poor people. The results have made a new culture in the society, especially to the teenager become man falling into the flow of pop culture.

Life comprehension of the teenager become more and more superficial

Reality, the man inclination today is not only in following the development of the era problem, but also the problem of prestige and life comprehension. The real prove is the television, a lot of TV program that every day more and more far from journalistic idealism, and also it legalese the strictness culture, instantiation, and criminalities. Some of the presentations just shallow the teenager affective. The teenager existential is just placed in a flash confession, like the teenager will be considered of their existential if they become a member of bike association, wearing brand clothing, using blueberry, dodgem, clubbing, doing free sex, consuming drugs and etcetera. The other result are war, violation, commercialization body organ, trafficking, gang fight, and else. These results become an indication of destruction that began from the moral values of culture displacement of the teenagers. What a sad and worried condition.

Solution: Internalization

There are two internalization methods, namely reflection and stillness. The two methods are related and couldn’t be separated. Reflection needs a stillness condition, and the soul stillness will be gotten when we reflect. The action of reflection is like the prophet when reminding all of the prohibition and command of The God. The reflection acts become critical in the soul of the teenager, when they underwent the superficial of the moral value in pragmatism, blind conformities, and etcetera. Reflection shows the corn, and direct to the rightness.


So that’s way, as a teenager, we have to be able to change our selves to be better and having good behavior every day. It just can be reached by our selves, not from the other people, there is aphorism said that “Don’t change the other people before changing our selves first.” Keep Reflection man…

by

Sarwandi Eka Sarbini
(Bestselling Author)

Mau tahu terjemahannya langsung dari penulis artikel di atas?
Klik di sini

Thursday, August 11, 2016

Tamparan Guruku

Ini kisah nyata saya sejak SMP, kelas 7 (kelas satu). Masih culun, tak tahu apa itu bolos.

Kata "bolos" baru saya tahu ketika seorang siswa tanpa izin tak hadir ke sekolah. Agak mirip dengan "alfa", hanya lebih ekstrim lagi, bolos disebut-sebut pulang sekolah sebelum jam pulang.

Suatu waktu, setelah seluruh pelajaran selesai. Masih ada 30 menit pagar sekolah baru akan dibuka.

Hanya ada kelemahan pada pintu/gerbang pagar belakang sekolah saya saat itu. Koyak dan mudah dilewati untuk keluar dari sekolah.

Nah saat itu juga, saya melihat seorang guru Bahasa Inggris sedang dikerumuni oleh banyak siswa, baik se-angkatan saya maupun senior.

Saya coba melihat apa yang sedang dibincangkan, tapi tampaknya tidak begitu menarik. Akhirnya saya memutuskan pulang saja ah.

Ketika saya hampir melewati pintu pagar, tiba-tiba suara keras memanggil saya, tanpa menyebut nama. "Woi, kesini!"

Saya pun belum merasa, bahwa saya yang dipanggil. Eh, siswa-siswa lain melihat saya, bertanda bahwa memang saya yang dipanggil.

Saya pun menghadap kepada guru ini (yang dikenal berpiawai tegas). Apa yang terjadi? Tanpa basa-basi, saya kena tampar! Sakit sekali.... duuuh. Ini pertama kali kena tamparan. 

"Kenapa keluar pagar? Ini baru jam berapa?" Tanya dengan suara marah guru ini.

Sambil menahan sakitnya bukan main. Saya jawab, "Sudah diizinkan pulang oleh Guru Bahasa Daerah, Pak."

"Tapi ini belum waktunya pulang. Siapa nama guru yang menyuruhmu pulang?" Tanya lagi dari guru ini.

Saya jawab, "Saya belum hafal namanya Pak."

Saya diketawai oleh seluruh siswa saat itu. Dan guru ini bertanya ke siswa yang lain, "siapa kira-kira gurunya?"

Akhirnya, ada yang menebak, dan saya pun mengiyakan. Iya itu Pak nama gurunya.

Setelah kejadian itu saya pun disuruh pergi dari kerumunan. Mendadak jadi terkenal sih sebenarnya. Hehehe. Tapi, parah.

Sambil berlari menjauh dari kerumunan, saya menangis tersedu-sedu. Sakiiiiit-nya tuh di sini. *di pipi dan di hati.

Ah, sudahlah. Saya menahan dendam. Saya tak lapor ke orang tua saya. Mungkin sampai saya pertama kali menulis kisah nyata ini, ayah saya pasti baru tahu bahwa saya punya pengalaman pahit sejak SMP seperti ini. "I'm sorry, Dad."

Setahun berlalu, ketika naik kelas. Saya pun mendapati guru yang menampar saya itu menjadi guru saya di kelas 8 (kelas 2 SMP). Antara mengingat masa lalu dan malu. Saya pun tetap ikut belajar jam kelasnya.

Apa yang terjadi? Saya lah satu-satunya siswa dengan nilai tertinggi di pelajaran Bahasa Inggris, nilai 95 dari seluruh siswa di kelas saya.

Guru ini malah menjadikan saya sebagai siswa favoritnya. Walah walah. Berbalik keadaan.

Ternyata, prestasilah yang membuat orang yang pernah benci sama kita menjadi suka.

Akhirnya, ketika akhir 2015. Saya baru berjumpa lagi dengan guru ini yang sudah hampir pensiun. Saya ngobrol pakai English. Seru juga.

Beliau pun tanya apa profesi/aktivitas saya saat ini. Saya jawab, salah satunya sebagai penulis. Dan juga mendirikan kursus Bahasa Inggris.

Beliau-pun meminta buku karya saya. Saya pun janji, kalau ketemu lagi saya akan beri satu buku.

Ketika saya sedang ke Kantor Pos, eh ketemu lagi sama Pak Guru. Hehe. Beliau menagih. "Mana nih buku yang dijanjikan?" (Tapi, pakai Bhs. Inggris).

Saya pun keluar kantor untuk ambil satu buku di dalam mobil, lalu masuk ke kantor lagi dan memberikannya ke beliau. Ini Pak, Buku The Miracle of You.

Sebuah buku yang terinpirasi dari pengalaman saya mencintai Pelajaran Bahasa Inggris. Dan membuat judul Bhs. Inggris, walau isinya Bhs. Indonesia. But, it's ok 'kan? Hehehe.

Alhamdulillah, penuh kebanggaan dan rasa senang di setiap ucapan Guru saya ini. Dan mendukung profesi saya. Sambil cium tangan. Saya minta pamit dulu.

Aha, sampai berita tentang kasus penamparan seorang guru terhadap siswa karena tidak kerjakan PR. Saya terinspirasi menulis kisah ini.

Satu makna yang saya ambil. Jangan dendam dan dengki terhadap gurumu. Malah, bisa jadi dia yang paling bangga kepadamu, selain orang tuamu.

Akhirnya saya saat ini rutin untuk memberi Pelatihan untuk Guru-Guru, seperti yang ada pada bit.ly/JagoTeachingTanpaPusing. Apa yang terjadi? Malah sekarang saya menjadi guru juga (istilah kerennya Trainer, untuk guru-guru lebih kreatif dan menyenangkan).


Dan ya, mungkin perbuatan tamparan itu tidak mengenakkan pada diri saya, akhirnya saya bertekad membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik! Tanpa sentuhan fisik, walau masih ada praktek seperti itu. 

Mohon doanya, semoga perjalanan ini bisa sampai tujuan, menciptakan Guru yang Kreatif, Menyenangkan dan Ngangenin!

Terima kasih sudah menyimak tulisan ini. Semoga menginspirasi.

Salam Hangat,

Sarwandi Eka Sarbini


Setelah Mengisi Training Guru-Guru di Medan

Training Guru-Guru di Makassar

Ingin bekerjasama untuk penyelenggaraan Training ini untuk Guru-Guru di Sekolah Anda? Atau ingin jadi Tim Mr. Magicvator? Ayo kita mulai bekerjasama, 
WA/SMS: 085-242-533-592

Saturday, March 22, 2014

Apa Passion Hidupmu?


Pernahkah Anda mengalami kebosanan dalam karir dan bisnis? Hati-hati, itu sebuah tanda yang tak baik. Well, mari kita kaji penyebabnya: 
  1. Apakah Anda bosan karena hasilnya begitu-begitu saja?
  2. Ataukah hasilnya ada, tapi membuat Anda tidak bergairah alias semangat setiap waktu? 
Kalau penyebabnya adalah nomor satu, berarti Anda harus mengevaluasi kinerja Anda, yakni ilmu, action dan amal Anda. Karena nasib yang begitu-begitu saja, bisa jadi amal, action dan ilmunya begitu-begitu saja! 

Kalau penyebabnya adalah nomor dua, gimana? Nah, ini yang perlu kita benahi dari dalam. Bukan karena Anda tidak tahu ilmunya, bukan karena Anda tidak action, dan juga bukan karena Anda tidak beramal kebaikan. Mungkin dan bisa jadi Anda salah memilih profesi!
Pernah dengar “Do what you love and love what you do”? Nah, benar, “Lakukan apa yang Anda cintai dan cintai apa yang Anda lakukan!” and you will get what you want!

Sebuah karir atau bisnis adalah kendaraan meraih impian. Sebagai driver untuk mencapai tujuan, kalau tidak nyaman dengan kendaraannya pasti bakal jenuh dan bosan di dalamnya. Apa yang harus Anda lakukan segera ganti kendaraan! Kalau tidak, Anda bisa mengalami beban pikiran dan beban mental jangka panjang.

Menjalani profesi bukan berdasarkan “passion” akan rentan dengan kejenuhan dan kebosanan, yang pada akhirnya, ganti profesi lagi, dan terus seperti itu. Melihat peluang hanya berdasarkan keuntungan dan prospektusnya saja. Padahal, mestinya mesti dinilai pada sudut pandang, apakah sesuai dengan potensi diri Anda.

Apa itu passion? Secara etimologi, berarti yang menggairahkan. Secara terminologi, sebuah hasrat untuk menjalankan sesuatu tanpa ada rasa jenuh! Well, kira-kira apa passion Anda? Berbisnis atau berkarir? Kalau berbisnis, jenis bisnis apa? Pendidikan, makanan, kesehatan, clothing, percetakan, atau yang lainnya? Kalau berkarir, jenis karir apa? Jadi seorang pembicara, akuntan, trainer, penulis, atlit, bidang sosial atau yang lainnya? Singkat kata, Anda mengejar cinta, tahta, atau harta?

Jika, sudah ketemu, maka perbesar lagi target Anda. Jika Anda menjalani passion Anda, untuk tujuan apa yang ingin Anda capai? Jika ketemu, maka fokuslah!
Tips lain untuk temukan passion:
  • Anda menjalaninya dengan sangat menyenangkan.
  • Anda walau tak dibayar, Anda mau menjalaninya.
  • Kalau Anda menjalaninya, Anda dapat persepsi dari orang lain bahwa itulah kelebihan Anda.
  • Bahkan orang lain rela dan mau membayar Anda untuk melakukan hal tersebut.
Keempat poin di atas adalah dasar menemukan passion. Sekadar contoh, saya pribadi. Saya suka dengan dunia public speaking, bertemu dan berbicara di depan publik adalah sesuatu yang menggairahkan. Orang-orang pun mengenal saya sebagai motivator-nya anak-anak muda, terus saya dikenal sebagai sebutan “Magicvator”, singkatan dari magician dan motivator. Ya, saya suka dunia sulap dan orang-orang di sekitar saya mengenal saya juga sebagai pesulap, dan bahkan saya sering diundang untuk mengisi sebuah seminar dan training di berbagai perusahaan serta instansi lainnya di berbagai kota. Awal-awal nggak dibayar, tapi saya tetap ambil peluang tersebut. Karena itulah passion! Apalagi, sebagai penulis buku, saya juga ingin jika buku saya diseminarkan bisa membawa perubahan bagi lebih banyak orang! Belakangan ini pun, seiring bertambahnya jam terbang saya berseminar dimana-mana, akhirnya saya lebih serius dan menjadikannya sebagai profesi! Dibayar? Tentu saja, bahkan hadits Nabi dengan jelas:

“Yang paling berhak dari kalian mendapatkan upahnya adalah (yang mengajarkan) Kitabullah.” 
(HR. Bukhari No.5405). 

Artinya, guru ngaji itu perlu sejahtera juga. Bukan hanya profesi lainnya saja. Nggak mungkin mereka makan pakai batu. Betul? Ini soal keseimbangan dunia dan akhirat! Buka di sini.

Kurang lebih seperti itulah passion saya. Pertanyaan saya, apa passion Anda?



Salam Sukses Berkah

Ingin berkomunikasi dengan saya, silakan follow Twitter: @Wanditata


Jika artikel ini bermanfaat, silakan share ke akun facebook atau twitter Anda. klik menu "share" yang ada di bawah ^_^

Thursday, February 20, 2014

Berjumpa dengan Presiden



Siang itu saya mendapatkan kesempatan berjumpa dengan Pak SBY. Beliau datang bersama Ibu Ani Yudhoyono, istri beliau. Kedatangannya ke Jeneponto (kampung halaman saya) membuat saya sangat bahagia. Di dalam sebuah ruangan khusus, saya bersama utusan-utusan masyarakat dari berbagai daerah dan wilayah bertemu langsung dan mendapatkan pencerahan serta nasehat dari Pak SBY.

Tahukah Anda apa yang beliau bincangkan dengan saya?

  1. Beliau bertanya tentang karakter saya, apakah saya sentimentil, kerja keras, dan kuat?
  2. Setelah beliau tanyakan itu, saya menjawab tentang diri saya. Dan beliau pun menjelaskan tentang kepribadian yang cocok dengan profesi saya ke depannya. Beliau tahu bahwa saya senang di dunia pendidikan. Akhirnya beliau berkata, kamu cocok menjadi kepala sekolah.
  3. Sambil beliau merangkul pundak kiri saya, dan beliau berada di sebelah kanan saya. Sambil mengantarkan saya keluar dari ruangan dengan penuh hangat dan terus memotivasi saya. Wow. This is really motivated!
  4. Orang-orang dalam ruangan itu pun meng-aamiin-kan tentang potensi diri untuk saya bangun ke depannya menjadi lebih baik.

Sangat menarik, kan? Saya kira perbincangan saya dengan beliau itu sebuah kenyataan, saya pun terbangun. Oh tidak, ternyata perjumpaan saya dengan Pak SBY hanyalah sebuah mimpi…

Eits, walau hanya mimpi, itu membuat saya terinspirasi untuk menjadi pendidik anak bangsa, dan siap membangun yayasan yang telah kami bangun di kampung halaman kami. Bukan hanya di kota Jeneponto, tapi juga siap melebarkan sayap ke setiap kota di Indonesia. Semoga suatu waktu bisa berjumpa dan berbincang lama dengan Pak SBY. Aamiin.
Ini mimpiku, apa mimpimu? hehe.



Kisahku mimpiku berjumpa dengan Pak SBY, 20 Februari 2014

Sunday, April 14, 2013

Tips untuk Menghadapi dan Memastikan Lulus Ujian Nasional


Setiap orang berhak untuk berhasil, apalagi untuk lulus di Ujian Nasional. Teman-teman telah ikhtiar belajar, ikut les tambahan belajar seusai jam sekolah, try out UN, dan sering mengulang-ulang mengerjakan soal yang dimungkinkan akan keluar di UN kelak. Itulah beberapa bagian dari ikhtiar, alhamdulillah.


Nah kali ini, Kakak Sarwandi akan memberikan tips untuk lebih memastikan kelulusan teman-teman di Ujian Nasional kelak, dan ini tidak mengada-ada! Karena Allah azza wa jalla yang menjamin kelulusan itu. Bagaimana caranya? Baiklah, mari simak dengan seksama. Cekidot!

Berdasarkan ilmu yang saya tulis dalam buku “The Miracle of You, Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda!”, ada tiga mata uang untuk membeli kesuksesan dan lulus UN, yakni Ikhtiar, Doa, dan Amal.

1. Ikhtiar

Manjadda wajadaa, “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil.” Petuah ini adalah mantra yang sangat penting dibatinkan dalam setiap ikhtiar kita. Ikut les tambahan udah, ikut try out berkali-kali udah, apa lagi ya? Nah baca mata uang berikutnya.

2. Doa

Nabi menegaskan, “Doa adalah senjata kaum muslimin.” Kekuatan doa itu dijadikan sebagai senjata utama bukan senjata cadangan! Sebelum dan sesudah menghadapi ujian tetap menggunakan kekuatan doa. Namun alangkah bagusnya jika dimulai hari ini dengan memperbanyak doa. Salah satu doanya, “Allohumma yassir walaa tua’assir” artinya, “Ya Allah, mudahkanlah (ujianku) dan janganlah mempersulitnya.”



Bukankah Allah yang memerintahkan kita untuk berdoa, “Berdoalah kepadaKu niscaya Kuperkenakan doamu.” Itu janji Allah. Bukankah setiap sholat, kita membaca Al-Fatihah dan membatinkan ayat-ayat ini, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”



Allah tidak akan pernah menginkari janjiNya kepada hamba-hambaNya yang yakin dan menyembah selalu kepadaNya. Maka gantungkanlah segala harapan kepadaNya, murnikan tauhid untuk berharap hanya kepada Allah azza wa jalla semata. “Inna ma’iya Robbi sayahdin” Cukuplah Allah sebagai penolong kita.



Untuk memperkuat doa itu diijabah oleh Allah, maka perkuatlah dengan memperbanyak sholawat di dalam doa. Karena salah satu syarat sahnya doa itu diterima, selain banyak mengucap syukur kepada Allah, maka sandingkanlah dengan sholawat kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam. Karena Allah akan bersholawat kembali kepada kita, dan hal ini memudahkan doa kita diijabah olehNya. “Allohumma sholli wasallim ‘ala Muhammad.” Ya Allah sampaikanlah sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad.



Untuk memperkuat doa itu lebih terijabah, gunakan teknik afirmasi berikut ini. Silakan ambil kertas putih dan pulpen, setelah itu buatlah tulisan doa seperti gambar ini:






Kalau udah buat seperti itu, tempelkanlah di samping cermin kamar Anda. Setiap malam sebelum tidur, dan sebelum berangkat ke lokasi Ujian Nasional maka bacalah dengan suara yang lirih dengan penuh penghayatan. Hal ini akan lebih visual dalam pikiran. Sebagaimana dalam hadits Qudsi, Allah azza wa jalla berfirman, “Aku sesuai dengan prasangka hambaKu.” Doa yang tertulis dalam kertas itu adalah bentuk memperkuat prasangka baik kita kepada Allah, dan Allah akan mengabulkan prasangka yang baik itu pula. Positive thinking dan positive feeling, itulah kuncinya! Catatan penting: Lakukan afirmasi ini selama menanti pengumuman kelulusan dari sekolah.



Nah, untuk memastikan dan betul-betul memperkuat kepastian lulus UN itu, nah mata uang yang berikut ini akan menggaransinya. Dan ini pasti dan pasti terjadi!


3. Amal

“Beli semua kesulitanmu dengan sedekah!” ini sabda Nabi dari Anas bin Malik. Ali bin Abu Thalib berpesan, “Pancinglah rezekimu dengan sedekah.” Lulus Ujian Nasional adalah rezeki. Untuk bisa memancingnya, maka pancinglah dengan amal kebaikan. Seperti yang ditegaskan oleh Nabi, sedekah!



Sedekah uang, sedekah barang kesayangan, maka Allah akan menggantinya yang lebih baik dengan kelulusan dan nilai yang bagus di Ujian Nasional. Ini janji Allah dan RasulNya. Dan balasan sedekah itu lebih pasti daripada hukum gravitasi bumi. Segala benda yang terlempar ke atas pasti akan jatuh kembali ke bumi. Sedekah itu lebih pasti, karena dalam Al-Qur’an dan Hadits selalu disebutkan, ini menandakan penegasan yang tidak bisa dibantah! Allah yang menjaminnya, bukan saya.


Kadang nih, ada yang bernadzar, kalau lulus UN maka akan berpuasa sekian hari. Mestinya dibalik caranya, berpuasalah terlebih dahulu sebelum pengumuman maka Allah kasih pengumuman yang mengejutkan, yakni kelulusan. Jadi, puasanya dibayar di depan, bukan di belakang pas pengumuman. Ini salah satu amal yang harus dipahami. Lagian, bernadzar itu nggak diwajibkan di dalam Islam, bahkan ada ulama yang melarangnya. Yang benar gimana? Mestinya beramal-lah untuk memenuhi hajat, bukan nanti terpenuh hajat baru beramal. 

Begitupula dalam sedekah. Jangan nanti lulus UN baru bersedekah, justru bayarlah dengan mata uangnya (baca: sedekah) di depan, maka kita pun pasti akan mendapatkan apa yang kita hajatkan, dalam hal ini lulus UN. Jadi, bersedekahlah di awal, maka akan dituai hasilnya di akhir. Siap laksanakan? Kalau siap, cek di dalam kantong celana dan baju atau dalam dompet, silakan sedekahkan dan niatkan kepada Allah semata agar membalas dengan lulus Ujian Nasional.



Ada yang nyeletuk, “kan gak boleh berharap dengan beramal, beramal dengan berharap!” Siapa bilang? Memang, gak boleh kalau berharapnya sama tuyul, manusia, atau dukun. Itu jelas-jelas tidak boleh. Tapi kalau berharap kepada Allah boleh gak? Ya tentu saja boleh! Justru berharap kepada Allah bagian dari keimanan, itulah Ar-Roja’ (Harapan). Kepada siapa lagi kita harus berharap kalau bukan kepada Allah!



Ada yang bertanya, “Kalau uang jajan boleh gak disedekahkan?” Uang jajan saja boleh dijajanin, apalagi disedekahkan, tentu saja boleh, gimana sih! Hehehe. Nah sekarang action deh sedekahnya!



Selain sedekah, untuk mempertajam kekuatan doa dan afirmasi ini, maka sholat Dhuha dan Tahajjud adalah bagian dari mata uang ini. Pastikan lebih awal untuk tidur di malam hari agar lebih cepat terbangun di sepertiga malam. Dan pastikan pula pada saat tiba di sekolah, jika ada waktu 15 menit di antara pukul 08.00 – 11.00  pagi WIS (Waktu Indonesia Setempat) maka sempatkanlah ke Masjid sekolah untuk sholat Dhuha. Berapa rakaat? Saran saya, 6 rakaat (2 rakaat kali 3).



Nah, apalagi disempurnakan dengan Tahajjud, karena Tahajjud itu Tiba-tiba hajat terwujud! Coba aja, powerfull! Jika semua mata uang ini diamalkan, sedekah + Dhuha +Tahajud = rezeki bakal datang terkejut-kejut! Dan niatkanlah karena Allah untuk lulus Ujian Nasional tahun ini! Bismillah.



Semoga tips ini dari saya bermanfaat untuk adek-adekku yang akan menghadapi UN, dan doa saya agar semua yang ikut Ujian Nasional bisa lulus dan dapat nilai rata-rata di atas 85! Aamiin ya Rabb.

Pesan saya, sebaik-baik ilmu yang diamalkan, dan sebaik-baik teori yang dipraktekkan! Semangat dan selamat mempraktekkan tips di atas. ^_^ 





Mau tanya jawab? boleh lewat WhatsApp. Save Nomor ini ya: 089-648-9696-22 (Sarwandi Magicvator).

atau silakan beri komentar di bawah. :)

Wednesday, November 14, 2012

Audio Motivasi The Magicvator

Salam sukses untuk anda, karena Anda adalah pemilik masa depan yang gemilang.. ^_^ Aamiin

Untuk Entri Blog saya kali ini, akan saya berikan beberapa rekaman Audio Motivasi langsung dari The Magicvator. Mengapa mesti audio? Karena sangat praktis, Anda bisa menyimpannya di memori ponsel anda, ketika bangun tidur dan menjelang tidur sambil anda mendengarkan file audio motivasi ini, dan anda pun bisa menjadikan sebagai rutinitas untuk menjaga motivasi diri setiap anda membutuhkan semangat! Right? 

Nah, ini dia beberapa audio motivasi untuk anda:

1. Kekuatan Afirmasi
Afirmasi merupakan sebuah kekuatan yang sangat powerfull yang bisa menjadikan percepatan dalam mencapai target bisnis atau karir maupun studi kita sebagai pelajar atau mahasiswa, dan ini sudah terbukti dengan menerapkan ilmu maka kita bisa mendapatkan nilai yang bagus bahkan cum laude di kampus, bukan hanya nilai kita juga bisa memiliki finansial yang lebih baik lagi... ^_^
Untuk download, klik di sini


2. Meruntuhkan Mental Block sebagai seorang Muslim
Nah audio ini, The Magicvator akan memberikan pemahaman tentang dunia seputar entrepeneur dan cara meruntuhkan mental block untuk lebih maju dalam hidup. Audio ini akan mengupas bahwa Islam itu mengajarkan kita untuk kaya baik dari segi harta, ilmu dan amal. Nah, apakah Nabi itu kaya? Istri beliau, Khadija binti Khuwalid kaya atau tidak? Sahabat beliau, Abu Bakar, Umar bin khattab, Usman bin Affan dan yang lainnya kaya atau tidak? Untuk mengetahuinya lebih dalam, mari simak dengan saksama.
Untuk download, klik di sini


3. Sugesti Positif
Audio ini hampir memiliki korelasi dengan Kekuatan Afirmasi, namun ini lebih mengedepankan sugesti yang positif untuk ditanamkan dalam mind-set anda, sehingga lebih powerfull!
Setiap ucapan adalah doa, setiap ucapan pasti di-amin-kan oleh malaikat sekeliling anda. Bagaimana menerapkannya dengan baik. Simak audionya, Sugesti Positif


4. Renungan
Sebagai renungan agar lebih membangkitkan emosional lebih action lagi. Memberikan positif mind-set agar mengetahui tujuan perjuangan hidup ini. 
Download Renungan


Semoga audio motivasi ini memberikan manfaat untuk kemajuan diri dalam karir, bisnis dan studi kita.
Salam Sukses!


by

Admin Blog Wandi Cyber

follow twitter The Magicvator: @Wanditata dan page facebook: Sarwandi Eka Sarbini

Monday, March 22, 2010

10 Tips Saat Ujian

Sumber: kangmaspandjie

Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaianRata Penuh

terhadap perkembangan belajarmu.

Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:

  • Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
    Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

  • Tenang dan percaya diri.
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

  • Bersantailah tapi waspada.
    Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

  • Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
    Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

  • Jawab soal-soal ujian secara strategis.
    Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:

    • soal paling sulit
    • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
    • memiliki nilai terkecil
  • Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
    Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
    Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
    Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

  • Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
    Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

  • Analisa hasil ujianmu.
    Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.


Semoga teman-teman yang ujian bisa lulus ya..!! amien (Wandi Cyber)

Thursday, March 18, 2010

Peranan Indeks Prestasi (IP) dalam Dunia Kerja

Posting by Sarwandi Eka Sarbini (Wandi Cyber)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh

Peranan Indeks Prestasi (IP) terhadap keberhasilan alumni sebuah perguruan tinggi dalam dunia kerja merupakan suatu syarat dalam suatu pencapaian tersebut. Artinya bahwa IP merupakan suatu bukti keberhasilan dalam akademik alumni dalam studinya selama kuliah. Untuk bisa mengukur tingkat prestasi dalam suatu kuliah yang ditekuni oleh seorang alumni diperlukan Indeks Prestasi dengan bentuk penilaian yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan.

Hal yang perlu diketahui oleh alumni perguruan tinggi, dalam dunia kerja, suatu perusahaan telah menjadikan suatu standar IP bagi lulusan di suatu perguruan tinggi, baik negeri ataupun swasta, untuk bisa menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut. Ada perusahaan yang sering menjadikan standar IP bagi setiap lulusan di suatu perguruan tinggi dengan memberikan salah syarat untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut dengan minimal IP 2,75 dan ada juga yang lebih dari itu. Hal ini menjadi pemacu bagi setiap lulusan perguruan tinggi agar bisa mencapai IP minimal 2,75, karena banyaknya perusahaan yang menjadikan salah satu syarat diterimanya karyawan baru dengan standar IP minimal 2,75. Oleh karena itu, kita harus bisa mencapai standar IP tersebut.

Banyak mahasiswa yang masih menganggap tidak pentingnya suatu standar IP untuk bisa mencapai keberhasilan di dunia kerja, seperti anggapan apa arti sebuah IP?! Hal ini menjadi alas an mereka yang membuat mereka hanya makin malas untuk belajar, karena dia hanya menganggap itu hanya suatu formalitas ketika selesai kuliah. Padahal tidak sesempit itu, karena IP adalah tanda bahwa anda mengikuti kuliah baik atau kurang baik. Karena yang menilai hal tersebut tidak lain adalah dosen kita sendiri. Tentunya itu telah tercantum rajinnya kita kuliah, mengerjakan tugas, pendekatan, dan lain sebagainya.

Jika ada mahasiswa yang mengatakan bahwa yang penting ilmunya. Sangat betul, tidak ada yang salah dari pernyataan tersebut, tapi hal itu seolah meniadakan system penilaian yang telah ditentukan oleh suatu lembaga pendidikan. Artinya ilmu itu butuh penilaian dalam pencapaian yang baik, kenapa demikian, karena jika para mahasiswa mengatakan “yang penting ilmunya” dan juga dibuktikan dalam bentuk penilaian yakni dengan mencapai IP yang memuaskan, maka hal itu lebih baik lagi.

Oleh karena itu, untuk mahasiswa setiap perguruan tinggi, mari kita tetap mengejar prestasi belajar kita, dengan mengejar ilmu dan nilai, saya (penulis) tidak mengatakan kita menjadi orang yang egois dalam nilai, tapi kita mesti bersama-sama mencapai kedua hal tersebut sehingga ketika berada di dunia kerja, kita dapat melewati salah satu syarat yang ditentukan oleh suatu perusahaan, yakni memiliki nilai standar IP < style="">Wassalam.