Sarwandi Eka Sarbini -Mr.Magicvator-

Belajar dari Sang Pemenang

Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan, Penulis), Sarwandi Eka Sarbini (Magicvator, Penulis), Felix Siauw (Penulis Buku Beyond The Inspiration)

The Miracle of You

Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda

Training Otak Kanan

Training Seharian bersama Mr. Magicvator

Karya Mr. Magicvator, Anda sudah baca?

Kunjungi Gramedia Terdekat atau Pesan lewat Management Magicvator SMS/WA: 089648969622 (Dapat TTD Penulis)

Training Smart Brain - Teknik Menghafal Cepat dan Melejitkan Daya Ingat!

Cek dan klik -> facebook.com/SarwandiEkaSarbini

Friday, February 12, 2016

Sudah Saatnya Menjadi Guru yang Kreatif, Menyenangkan dan Nganenin

Saya rasa hampir semua siswa dan murid kita setuju, bahwa guru terfavorit di sekolah adalah: 

Guru yang jarang yang masuk kelas.

Kalaupun guru tersebut masuk kelas, paling-paling langsung memberi tugas yang langsung siap dikerjakan, itupun tugasnya sangat sederhana. Hehehe. 

Anda mungkin akan mengangguk setuju, atau mungkin Anda sedikit tersenyum. ^_^ Nggak apa-apa, pastinya kita dulu waktu sekolah pun merasakan hal sama dengan siswa dan murid kita saat ini. Setujuuu?

Tapi, apakah itu yang kita inginkan? Eits, tentu saja bukan. Sekali lagi, bukan! Karena guru yang produktif, tapi kreatif, menyenangkan dan ngangenin yang akan menjadi GURU TERFAVORIT! Saya yakin, Anda pun bisa!

Sesaat lagi Anda akan tahu informasi penting ini.

  
 

Sudah saatnya menjadi:
Pendidik yang Kreatif, Menyenangkan, & Ngangenin!

Mari hadir dalam Training:

"Creative Learning"
Jago Teaching, tanpa Bikin Pusing!

Di Kota Medan
Ahad, 21 Februari 2016

Siapa saja yang bisa mengikuti Training ini:
- Guru & Calon Guru
- Trainer, Coach, Mentor, Tentor &Tutor
- Orang Tua & Calon Orang Tua

Anda akan belajar langsung bersama:

Mr. Magicvator, SARWANDI EKA SARBINI

  

- Praktisi Pendidikan Otak Kanan
- Penulis Best-Seller Buku The Miracle of You
- CEO Rewana Education
- Pembicara di 15 Kota di 7 Propinsi se-Indonesia dengan Alumni lebih dari 10.000 peserta!
- 20 Top Trainer Merry Riana (Mimpi Sejuta Dolar)
- Licensed Trainer Smart Brain - Ardi Gunawan Tim Ippho Santosa
- Peraih 30 Penghargaan Dalam Negeri

Apa yang Anda dapatkan dalam Training ini:

- Memahami Cara Kerja Otak Manusia

- Menghafal Cepat dengan Otak Kanan
 
- Melejitkan Daya Ingat
 
- Menguasai HypnoWords in Teaching
 
- Mengenal & Memahami Karakter & Gaya Belajar Siswa dalam 5 Menit bahkan Kurang!
 
- Fantastic Ice Breaking
 
- Communication Skills
 
- Public Speaking
 
- Creative Teaching with NLP

 Bukan sekadar MATERI belaka, peserta akan langsung praktek, dan bisa dibuktikan saat Training berlangsung!

Oh iya..
Selain itu ....

Dapatkan BONUS dan HADIAH Ebook* untuk Anda yang memutuskan Beli Tiket Sebelum Hari H:

- 7 Metode Terlarang Menjadi Jenius! Senilai Rp. 250.000
- Teknik Membaca Cepat Senilai Rp. 70.000
- Membaca Karakter dengan 1 Pertanyaan! Senilai Rp. 270.000
 
*Pastikan Anda membawa Flashdisk untuk Copy Ketiga Ebook di atas!

Investasinya berapa? 
Hanya Rp. 150.000

Cukup murah, bukan? Dibandingkan pengalaman dan ilmu baru yang Anda dapatkan. Serta DAMPAK setelah mengikuti TRAINING ini!

Tunggu, saya mau berikan SPECIAL OFFER:

Daftar sebelum Hari H: 

 Hanya Rp. 85.000
(Lumayan, Anda hemat Rp. 65.000)

Nah, Anda pilih mana? 

1. Anda dapat BONUS dan HADIAH, dengan harga tiket hanya Rp. 85.000,-
2. Atau Investasi Rp. 150.000,- pas di Hari H, taaaapi tanpa bonus sama sekali? Hehe.


Langsung saja, 
silakan hubungi Ketua Pantia untuk Info lebih lanjut:
Mr. Azhar  
081376697921 

Call/SMS SEKARANG JUGA!


 

Berikut ini adalah Testimoni dari peserta yang mengikut Training Otak Kanan bersama Mr. Magicvator

 

 

 

 


Berikut juga Testimoni yang sudah membaca Karya Mr. Magicvator





   ____________________________


Minat kerjasama & juga mengadakan Training ini di Kota Anda?
Call 085242533592
Pastikan kita menjadi Jalan Keberkahan bagi banyak orang.










Friday, August 1, 2014

Ingin Jadi Spesialis Otak Kanan? Atau Sebaliknya?

(Saya pernah mengirim artikel ini di salah satu redaksi harian Sulawesi Selatan, yakni koran Radar Selatan. Well, selamat membaca)
 
----------------------------
 
Saat ini sedang marak-maraknya membahas otak kanan, baik melalui artikel, buku, seminar maupun training. Sebenarnya otak kanan itu apa? Dan otak kiri itu apa? Saya yakin, sebagian dari Anda yang membaca tulisan ini pasti tahu sedikit/banyak tentang kedua belahan otak ini. Saya punya pertanyaan, ngomong-ngomong, mana sih yang lebih bagus, otak kanan atau otak kiri? Nah, betul sekali. Yang bagus adalah otak kanan ya. Dan otak kiri. 
 
Jadi, keduanya bagus. Otak kanan itu bagus. Otak kiri juga bagus. Yang nggak bagus apa? Kalau nggak punya otak, itu yang nggak bagus! Hehe.
 
Kembali pada tema. Otak kanan saat ini makin marak diseminarkan, bahkan ditulis dalam buku, dan juga dibuat dalam pelatihan. Hanya, seringkah kita mendengar istilah buku otak kiri, seminar & pelatihan otak kiri? Saya yakin istilah ini Anda belum pernah mendengarnya. Padahal, ternyata setiap hari yang dulunya kita bersekolah dari SD, SMP, SMA, S1, S2, S3, S4 hingga "S teler" sekalipun (ups, mana ada ya? Hehehe), kita sebenarnya selalu mengasah otak kiri kita. Karena belahan otak ini terkait erat dengan logika, analisis, rasio, dan semua hal tentang IQ (Intelligence Quotient). Orang-orang yang kuat otak kirinya pasti dihargai dengan peringkat atau ranking di sekolah. Dan di dunia ini, pengguna otak kiri didominasi hingga 80%. Sisanya? Mereka inilah golongan kanan (otak kanan) yang jumlahnya minoritas. 
 
Terus, pendidikan otak kanan itu apa? Apakah Anda pernah bersekolah di TK (taman kanak-kanak)? Kalau iya, berarti itulah pendidikan otak kanan, membahas tentang gambar, permainan, rasa dan semua yang terkait dengan EQ (Emotional Quotient). Seringkah kita mendapatkan ini di jenjang sekolah berikutnya? Bisa iya, bisa tidak. Tapi fakta membuktikan, pendidikan telah mengabaikan nilai-nilai otak kanan. Semua terfokus dengan otak kiri. 
 
 
 
Pelajaran seni dan olahraga saja yang masih ada unsur otak kanannya. Selebihnya otak kiri. Makanya, kita makin kiri ketika semakin tinggi jenjang pendidikan kita. Ya, bisa kita katakan TK itu singkatan dari "taman kanan-kanan". Sedangkan perguruan tinggi itu memiliki plesetan, "perguruan kiri". Hehehe. Memang begitulah kenyataannya. Setuju? 
 
Apa peranan otak kanan dalam kehidupan sehari-hari? Wah, jangan ditanya. Sangat banyak! Penelitian membuktikan, bahwa otak kanan 80% menentukan faktor kesuksesan seseorang, 20% dengan menggunakan otak kiri. Artinya, EQ jauh lebih bernilai daripada IQ. Karena otak kanan berbicara tentang imajinasi, action, kreativitas dan produktivitas. Dan perusahaan-perusahaan manapun, saat mencari leader dan marketer, tentunya lebih mengutamakan orang-orang yang dominan otak kanannya. Pengalaman jauh lebih diutamakan. Karena yang menghasilkan profit bagi perusahaan manapun, itu berasal dari pekerja di lapangan, merekalah marketer (yang menjual brand dan produk perusahaan), sedangkan yang dominan otak kiri ditempatkan di dalam ruangan (kantor), sebagai akuntan, kasir dan tim audit. Mereka tugasnya mengatur dari dalam dan hasil yang diciptakan orang-orang kanan (baca: para marketer).
 
Sejauh ini semakin jelas, bahwa otak kanan jauh berperan aktif dalam keberhasilan. Otak kiri gimana? Tentu saja juga penting, hanya sebagai orang lapangan, cukup sekadarnya menggunakan otak kiri. 'Kan bisa dengan mencari yang IQ-nya bagus, tinggal diberikan lapangan pekerjaan kepada mereka. Selesai! 
 
Nah, coba kalau orang lapangan terlalu kiri, apa saja pasti dipikir sebelum melangkah. Memikirkan kerugian, kebangkrutan, penolakan, dan banyak hal. Makanya, orang yang dominan otak kiri, mereka mikir-mikir dulu kalau diajak jadi businessman. Kenapa? - Takut rugi, katanya. Padahal untung saja belum. - Takut gagal. Padahal belum sukses udah takut. - Takut miskin. Padahal jadi kaya saja belum. Hehehe. 
 
Begitulah uniknya otak kiri, lebih banyak berpikir daripada action. 
 
Bagaimana dengan otak kanan? Mereka action terlebih dahulu, sambil action mereka baru mikir. Artinya, learning by doing. Bertindak sambil belajar. Nah, jauh lebih cepat terjadi transaksi. Otak kiri, mikir dulu baru melangkah. Istilahnya, think then do! Kalau kebanyakan mikir, akhirnya nggak jalan-jalan. Hehe. 
 
Ada pepatah mengatakan, "Malu bertanya, sesat di jalan."  
 
Betul nggak pepatah di atas? Betul.Tapi, kalau kebanyakan tanya, nggak bakal jadi jalan. Hehe. 
 
Albert Enstein saja telah meng-amin-kan, bahwa "Imajinasi itu jauh penting daripada ilmu pengetahuan."  
 
Imajinasi itu otak kanan. Ilmu pengetahuan itu otak kiri. Bahkan sebuah gambar jauh lebih bermakna daripada 1000 kata. Artinya, sebuah gambar bisa memiliki makna 1000 kata jika diterjemahkan. Right? 
 
Jadi, nggak bisa dielakkan lagi, saatnya mengembangkan kembali pendidikan otak kanan. Ekstrakurikuler di sekolah adalah solusi agar siswa-siswi tetap bisa mengasah otak kanan mereka. Dan tidak hanya terpacu dengan berlomba-lomba mengharap beasiswa karena ranking yang bagus. Kalau otak kanan terasah, kemandirian dapat lahir dari diri setiap orang. Kreativitas muncul, mereka pun produktif, mereka bisa menghasilkan karya. Nggak hanya mengharapkan dari sistem yang ada. Inilah era otak kanan, eranya kemandirian, eranya dunia sosial, baik media sosial maupun media chat. Mereka yang menguasai dunia adalah mereka yang memaksimalkan otak kanannya. Mempekerjakan otak kiri. Karena sekarang bukan lagi zaman yang besar mengalahkan yang kecil, tapi sekarang zaman yang cepat mengalahkan yang lamban. Apakah Anda siap mengasah otak kanan Anda? Selamat berpetualang! 
 
Salam kanan, salam Sukses Berkah. 
 
Sarwandi Eka Sarbini, S.IP. (Mr. Magicvator)

------------------

Untuk tanya jawab, silakan bergabung di facebook saya: Sarwandi Eka Sarbini 
Atau juga bisa via twitter: @Wanditata



Salah satu Jadwal Training Otak Kanan, Smart Brain.

Sunday, July 6, 2014

Memaknai Puasa dengan Benar

Kalau di bulan puasa kita malah lebih konsumtif (banyak pengeluaran) dibanding bulan yang lainnya. Artinya, ada yang salah dengan mind-set memaknai tujuan puasa kita. 

Karena puasa itu secara etimologi, berarti "menahan diri dari yang halal". Dan tujuannya agar menjadikan kita agar lebih memahami kaum dhuafa, yang jelas-jelas mereka tidak jelas kapan bisa makan. Sedangkan kita jelas kapan berbuka puasanya dan dengan apa berbuka puasanya.

Kondisi pasar dengan naiknya harga barang adalah ironis, padahal puasa mestinya permintaan menurun, bukan meningkat. Sudahkah kita menahan?

Atau malah dendam dengan buka puasa menghajar semua makan yang ada di atas meja makan?

Bukankah setelah berbuka, perut harus ada ruang untuk sholat Maghrib dan juga untuk Sholat isya & Tarawih?

Dan bukankah di bulan ini adalah bulan untuk menunjukkan dan meningkatkan ketakwaan kita?

Semoga kita menjadi insan yang berhasil di bulan suci ini. Aamiin.

Bagaimana teman-teman memaknai puasa di bulan Ramadhan? Silakan share & like serta berikan komentar Anda. 

Semoga bermanfaat :)

Salam #SuksesBerkah 

Join me di @Wanditata

Saturday, April 26, 2014

Ketika dalam Seminggu, Tiga Kali Tanggal Merah :D

Friday? Artinya, Hari Jumat. Dan ternyata bisa jadi Fri-day = Free Day. Yup, maknanya hari libur. Kenapa mesti diliburkan di Hari Jumat? Mari kita kaji bersama. Kebiasaan warga Indonesia meniru jadwal hari di negara lain, di Benua Amerika & Eropa, mereka menjadikan Hari Ahad (Minggu) adalah hari libur, untuk apa? Agar lebih fokus beribadah bukan?

Nah, pertanyaannya adalah, bukankah yang Muslim juga punya perintah meninggalkan jual beli di Hari Jumat untuk lebih fokus berdzikir kepada Allah. Karena Allah menjamin itu lebih baik jika kita mengetahui. Dan ternyata di berbagai negara di Timur Tengah, Hari Jumat adalah hari libur mereka (baca: tanggal merah). Ini berarti sebaiknya di Hari Jumat-lah kita mesti berlibur. Setuju?

Well, tenang dulu. Karena di negara kita menjunjung toleransi dalam beragama. Maka alangkah bagus tanggal merah bukan hanya di Hari Minggu, tapi juga di Hari Jumat. Yuhuuu, libur dua hari dong? Yup. Itu lebih bagus. Kalau ingin lebih bagus, Hari Sabtu juga sekalian diliburkan, 'kan dalam kitab suci sebagian agama lain mengagungkan Hari Sabat (Sabtu). Bukan begitu?



Nah, apakah sistem kerja di Indonesia cukup 4 hari dalam sepekan? Saya rasa itu cukup. Kenapa? Agar waktu kita bersama keluarga juga lebih banyak sehingga bukan hanya sibuk di kantor, dan kasih sayang kepada anak-anak di rumah terabaikan. Mungkin para pengusaha nggak masalah, karena tiap hari adalah tanggal merah. Mereka dengan bebas berlibur kapan aja. Tapi bagi karyawan, pegawai dan para profesional lainnya. Mereka hendaknya merasakan nikmatnya waktu bersama tuhan mereka, dan juga bisa meluangkan pendidikan terbaik kepada anak mereka, yakni pendidikan dari orang tua secara langsung.


Kalau sistem ini diterapkan, maka tidak sedikit ada yang pro dan kontra. Saya sih pro. Hehehe.
Bagaimana dengan Anda?

Friday, April 4, 2014

Bukan Hanya Kupu-Kupu yang Bermetamorfosis!

Artikel ini akan membahas tentang mind-set atau paradigma.

Membangun mental kaya itu sangat penting. Dan hal ini membutuhkan proses. Sukses dan kaya itu efek samping saat kita membangun mental terlebih dahulu. Untuk itu, mari simak sebuah cerita hikmah dari seekor kupu-kupu yang telah melewati proses metamorfosis sejak menjadi seekor ulat. Begini kisahnya.
Seorang anak melihat sebuah kepompong yang sedang bersiap-siap berubah menjadi kupu-kupu. Saat calon kupu-kupu di dalam kepompong itu berusaha keluar, tampak ia sangat kesulitan. Anak ini tidak sabar ingin melihat kupu-kupu itu keluar dari kepompong. Karena ketidaksabarannya, dia pun masuk ke dalam rumah mengambil sebuah gunting. Apa yang dilakukannya? Dia berusaha memotong jalur proses metamorfosis kupu-kupu tersebut agar segera keluar dari kepompongnya. Niatnya memang ingin membantu. Tapi apa yang terjadi? Seharian anak tersebut merasa senang melihat kupu-kupu tersebut bisa terbang. Sayangnya, keesokan harinya dia mendapati kupu-kupu tersebut telah mati.

Apa hikmah dari kejadian di atas? Banyak di antara kita berusaha mengambil jalan pintas untuk sukses. Karena segala sesuatu itu ada prosesnya, nggak ada yang instan. Sekalipun itu mie instan, tetap saja masih butuh proses. Dari kisah anak tadi, dapat kita ambil pelajaran. Bahwa pada saat proses kupu-kupu itu berusaha keluar dari kepompongnya, dia sedang melatih otot-ototnya agar kuat dan siap untuk terbang dan hidup lebih lama. Istilahnya, kupu-kupu itu lagi fitness. He he he. Tapi karena belum waktunya dia sudah keluar, akhirnya tubuhnya tidak siap dengan lingkungan di luar kepompongnya.

Begitu pula dengan manusia, kalau mentalnya belum siap untuk sukses, ibarat membangun gedung 20 lantai. Dia langsung berada di lantai 20 tanpa melalui proses lantai pertama, kedua dan seterusnya. Maka tunggulah bangunan itu akan segera ambruk dan terjatuh. Kebanyakan dari orang saat terjatuh, malah stres sampai ada yang bunuh diri, menjadi tidak waras alias sakit jiwa. Kenapa? Karena mungkin pada saat dia mencapai kesuksesannya, hartanya, tahtanya tidak sesuai prosedur yang ada. Jalan pintas adalah jalan yang dilaluinya.

Sungguh berbeda dengan orang yang menghargai proses dan melatih mentalnya. Dia menikmati prosesnya. Jatuh bangun dalam bisnis. Tapi dia malah belajar dan lebih siap untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Istilahnya, bola yang dilempar jatuh ke tanah pasti akan melenting jauh lebih tinggi. Saat terjatuh maka Anda siap menjadi lebih baik. Asal belajar mengambil hikmah di balik setiap peristiwa, tidak cepat mengambil kesimpulan, tetapi mengevaluasi diri lagi.

Mental itu ibarat sebuah tanaman yang kita tanam di sebuah pot. Saat tanamannya masih kecil mungkin kita masih menaruhnya di pot yang kecil. Jika tanaman itu semakin tumbuh besar, dia tidak mungkin terus berada pada pot yang kecil itu. Terus apa yang harus Anda lakukan? Tentu saja Anda harus mencabut tanaman itu dan dipindahkan ke pot yang lebih besar, betul? Perlu Anda ketahui, proses memindahkan tanaman yang akarnya udah menyatu dengan tanah pada pot kecil itu penuh beban. Saat memindahkannya itu terasa tidak nyaman. Karena akarnya (mental) sudah lama tertanam pada lingkungan yang kecil.

Begitulah yang terjadi pada saat melatih mental kita menjadi lebih baik. Tidak mungkin kita tetap bertahan pada pot yang kecil, pasti hasilnya pun tetap kecil. Jika ingin hasil yang lebih besar, maka Anda harus siap dicabut akarnya (baca: mental) dan dipindahkan ke wadah yang lebih besar. Siaaaaap?
Semoga bermanfaat.

Salam Sukses Berkah


oleh  

Ingin berkomunikasi dengan saya, silakan follow Twitter: @Wanditata


_______________________
Jika artikel ini bermanfaat, klik menu "SHARE" di bagian bawah ya. Semoga bermanfaat juga bagi teman-teman Anda ^_^