Sarwandi Eka Sarbini -Mr.Magicvator-

Belajar dari Sang Pemenang

Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan, Penulis), Sarwandi Eka Sarbini (Magicvator, Penulis), Felix Siauw (Penulis Buku Beyond The Inspiration)

The Miracle of You

Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda

Training Otak Kanan

Training Seharian bersama Mr. Magicvator

Karya Mr. Magicvator, Anda sudah baca?

Kunjungi Gramedia Terdekat atau Pesan lewat Management Magicvator SMS/WA: 089648969622 (Dapat TTD Penulis)

Training Smart Brain - Teknik Menghafal Cepat dan Melejitkan Daya Ingat!

Cek dan klik -> facebook.com/SarwandiEkaSarbini

Thursday, September 15, 2016

CULTURE DISPLACEMENT AND BEHAVIOR OF THE TEENAGER

Ini adalah tulisan/artikel saya sejak kuliah di Unhas di Mata Kuliah Bahasa Inggris, tepatnya pada tanggal 06 April 2009


CULTURE DISPLACEMENT AND BEHAVIOR OF THE TEENAGER

If we want to get stop doing our lecturing, let’s keep a close watch on the trend of the teenagers’ behavior, it will be interested to be thought up. The rapid of capitalism and certain elite conglomerate, the growth of the quantitative hotspots and shopping centre make the fungi grow in the rainy season. This phenomenon directly and indirectly influences the culture and behavior pattern of the teenager today. The culture displacement begins to contaminate the teenager without compromise and big exodus about the paradigm of the teenager from the eastern cultural to western cultural. As we can see the hedonist teenager dally with their hairstyle and thank top or junkie’s fashion, and the other digital tools. The society climate is very different with the former.

Euphoria pop teenager cultural: the yield Globalization

The man must be changed. It’s the basic of the thinking in our mind. Of course, we want to grow the culture and mind optimally, because it will firm their position on the earth as the perfect God Creature than the other creatures.

Today, the man is going to the contradiction time with the previous phase, namely globalization. In one side the man is demanded to be more modern, in technology aspect, law, social, politic, democracy, and all of the system that must be perfected. Technology in informatics, medical, biotechnology, and transportation underwent the terrifying growth break away the space and time. But, we couldn’t forget that the result of the man development have the relative and ambivalent quality. The negative influence of the globalization is euphoria pop cultural, free trade, marginalization of the weak social, and gap relation between rich and poor people. The results have made a new culture in the society, especially to the teenager become man falling into the flow of pop culture.

Life comprehension of the teenager become more and more superficial

Reality, the man inclination today is not only in following the development of the era problem, but also the problem of prestige and life comprehension. The real prove is the television, a lot of TV program that every day more and more far from journalistic idealism, and also it legalese the strictness culture, instantiation, and criminalities. Some of the presentations just shallow the teenager affective. The teenager existential is just placed in a flash confession, like the teenager will be considered of their existential if they become a member of bike association, wearing brand clothing, using blueberry, dodgem, clubbing, doing free sex, consuming drugs and etcetera. The other result are war, violation, commercialization body organ, trafficking, gang fight, and else. These results become an indication of destruction that began from the moral values of culture displacement of the teenagers. What a sad and worried condition.

Solution: Internalization

There are two internalization methods, namely reflection and stillness. The two methods are related and couldn’t be separated. Reflection needs a stillness condition, and the soul stillness will be gotten when we reflect. The action of reflection is like the prophet when reminding all of the prohibition and command of The God. The reflection acts become critical in the soul of the teenager, when they underwent the superficial of the moral value in pragmatism, blind conformities, and etcetera. Reflection shows the corn, and direct to the rightness.


So that’s way, as a teenager, we have to be able to change our selves to be better and having good behavior every day. It just can be reached by our selves, not from the other people, there is aphorism said that “Don’t change the other people before changing our selves first.” Keep Reflection man…

by

Sarwandi Eka Sarbini
(Bestselling Author)

Mau tahu terjemahannya langsung dari penulis artikel di atas?
Klik di sini

Wednesday, August 17, 2016

Gara-Gara Seminar 7 Keajaiban Rezeki

Salah satu motivator Indonesia favorit saya adalah Ippho Santosa. Sosok Trainer & Motivator Internasional.

Beliau juga dikenal sebagai Penulis Mega-Bestseller. Salah satu karyanya yang mendunia, hingga ke berbagai negara di 4 Benua, itulah Buku 7 Keajaiban Rezeki.

Anda yang belum membaca buku ini, kemana saja eui? Hehehe. Segera kembali ke jalan yang lurus.



Saya juga menyukai seminar motivasi atau training motivasi karena hanya dengan mengikuti seminar dan training kita mendapatkan atmosfer semangat lebih hebat, dahsyat dan bermanfaat, dimana ini tidak kita dapatkan jika hanya membaca buku motivasi semata.

Buku motivasi memang terbukti bisa menggugah semangat dan menambah wawasan. Tapi, tidak lengkap jika tanpa seminar dan training motivasi.

Namun, buku dan seminar tak bisa dipisahkan. Sudah satu paket. Karena mereka sama-sama adalah "investasi leher ke atas" yang membuat pola pikir kita semakin bermutu dan nasib tak begitu melulu. Setujuuuuu? Yakini itu!

Salah satu Seminar yang sangat laris sejak tahun 2010, adalah Seminar dari Buku 7 Keajaiban Rezeki. Langsung ngefek saat praktek!

Termasuk budaya sedekah berjamaah di sesi akhir Seminar ini, itu sangat menyentuh jiwa. Apalagi hasil sedekah para peserta sudah teruji dan terbukti untuk kemaslahatan umat, salah satunya, berdirinya Kampus Umar Usman yang digagas oleh Ippho Santosa melalui Dompet Dhuafa. Dan sekarang sudah membantu banyak orang lebih mandiri dengan menjadi pengusaha!

Nah, bagaimana dampak Seminar 7 Keajaiban Rezeki terhadap diri saya pribadi?

Izinkan saya membagikan cerita ini. Setelah praktek dari ilmu 7 Keajaiban Rezeki, membuat saya lebih rajin berbagi. Dampaknya, akhirnya jodoh yang saya minta ke Allah, dijumpakan olehNya setelah mengamalkan solusi-solusi dari seminar ini. Dan hari ini, saya juga sedang bergembira, selain HUT Kemerdekaan Indonesia, istri saya hamil lagi sejak hampir 2 tahun, kami belum dapat momongan lagi. Alhamdulillaaah.

Bukan hanya itu saja dampaknya dalam hidup saya. Ada banyaaaaak sekali. Mungkin Anda bisa melihat artikel-artikel di blog ini. Sudah ada tulisan yang mewakilinya.

Lewat artikel ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bunda dari Ippho Santosa yang melahirkan dan mendidik anaknya seperti beliau menjadi sosok yang bermanfaat bagi jutaan orang di dunia.

Dan semoga Seminar 7 Keajaiban Rezeki bisa hadir untuk lapisan masyarakat di kabupaten-kabupaten yang belum terjamah di pelosok negeri ini dan juga bisa rasakan dampaknya. Aamiin.

Sekian dan salam hangat.

Nama saya, Sarwandi Eka Sarbini
Email saya, sarwandi.eka@gmail.com
Ponsel saya, 085-242-533-592

Untuk lebih mengenal Ippho Santosa, klik http://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis


Thursday, August 11, 2016

Tamparan Guruku

Ini kisah nyata saya sejak SMP, kelas 7 (kelas satu). Masih culun, tak tahu apa itu bolos.

Kata "bolos" baru saya tahu ketika seorang siswa tanpa izin tak hadir ke sekolah. Agak mirip dengan "alfa", hanya lebih ekstrim lagi, bolos disebut-sebut pulang sekolah sebelum jam pulang.

Suatu waktu, setelah seluruh pelajaran selesai. Masih ada 30 menit pagar sekolah baru akan dibuka.

Hanya ada kelemahan pada pintu/gerbang pagar belakang sekolah saya saat itu. Koyak dan mudah dilewati untuk keluar dari sekolah.

Nah saat itu juga, saya melihat seorang guru Bahasa Inggris sedang dikerumuni oleh banyak siswa, baik se-angkatan saya maupun senior.

Saya coba melihat apa yang sedang dibincangkan, tapi tampaknya tidak begitu menarik. Akhirnya saya memutuskan pulang saja ah.

Ketika saya hampir melewati pintu pagar, tiba-tiba suara keras memanggil saya, tanpa menyebut nama. "Woi, kesini!"

Saya pun belum merasa, bahwa saya yang dipanggil. Eh, siswa-siswa lain melihat saya, bertanda bahwa memang saya yang dipanggil.

Saya pun menghadap kepada guru ini (yang dikenal berpiawai tegas). Apa yang terjadi? Tanpa basa-basi, saya kena tampar! Sakit sekali.... duuuh. Ini pertama kali kena tamparan. 

"Kenapa keluar pagar? Ini baru jam berapa?" Tanya dengan suara marah guru ini.

Sambil menahan sakitnya bukan main. Saya jawab, "Sudah diizinkan pulang oleh Guru Bahasa Daerah, Pak."

"Tapi ini belum waktunya pulang. Siapa nama guru yang menyuruhmu pulang?" Tanya lagi dari guru ini.

Saya jawab, "Saya belum hafal namanya Pak."

Saya diketawai oleh seluruh siswa saat itu. Dan guru ini bertanya ke siswa yang lain, "siapa kira-kira gurunya?"

Akhirnya, ada yang menebak, dan saya pun mengiyakan. Iya itu Pak nama gurunya.

Setelah kejadian itu saya pun disuruh pergi dari kerumunan. Mendadak jadi terkenal sih sebenarnya. Hehehe. Tapi, parah.

Sambil berlari menjauh dari kerumunan, saya menangis tersedu-sedu. Sakiiiiit-nya tuh di sini. *di pipi dan di hati.

Ah, sudahlah. Saya menahan dendam. Saya tak lapor ke orang tua saya. Mungkin sampai saya pertama kali menulis kisah nyata ini, ayah saya pasti baru tahu bahwa saya punya pengalaman pahit sejak SMP seperti ini. "I'm sorry, Dad."

Setahun berlalu, ketika naik kelas. Saya pun mendapati guru yang menampar saya itu menjadi guru saya di kelas 8 (kelas 2 SMP). Antara mengingat masa lalu dan malu. Saya pun tetap ikut belajar jam kelasnya.

Apa yang terjadi? Saya lah satu-satunya siswa dengan nilai tertinggi di pelajaran Bahasa Inggris, nilai 95 dari seluruh siswa di kelas saya.

Guru ini malah menjadikan saya sebagai siswa favoritnya. Walah walah. Berbalik keadaan.

Ternyata, prestasilah yang membuat orang yang pernah benci sama kita menjadi suka.

Akhirnya, ketika akhir 2015. Saya baru berjumpa lagi dengan guru ini yang sudah hampir pensiun. Saya ngobrol pakai English. Seru juga.

Beliau pun tanya apa profesi/aktivitas saya saat ini. Saya jawab, salah satunya sebagai penulis. Dan juga mendirikan kursus Bahasa Inggris.

Beliau-pun meminta buku karya saya. Saya pun janji, kalau ketemu lagi saya akan beri satu buku.

Ketika saya sedang ke Kantor Pos, eh ketemu lagi sama Pak Guru. Hehe. Beliau menagih. "Mana nih buku yang dijanjikan?" (Tapi, pakai Bhs. Inggris).

Saya pun keluar kantor untuk ambil satu buku di dalam mobil, lalu masuk ke kantor lagi dan memberikannya ke beliau. Ini Pak, Buku The Miracle of You.

Sebuah buku yang terinpirasi dari pengalaman saya mencintai Pelajaran Bahasa Inggris. Dan membuat judul Bhs. Inggris, walau isinya Bhs. Indonesia. But, it's ok 'kan? Hehehe.

Alhamdulillah, penuh kebanggaan dan rasa senang di setiap ucapan Guru saya ini. Dan mendukung profesi saya. Sambil cium tangan. Saya minta pamit dulu.

Aha, sampai berita tentang kasus penamparan seorang guru terhadap siswa karena tidak kerjakan PR. Saya terinspirasi menulis kisah ini.

Satu makna yang saya ambil. Jangan dendam dan dengki terhadap gurumu. Malah, bisa jadi dia yang paling bangga kepadamu, selain orang tuamu.

Akhirnya saya saat ini rutin untuk memberi Pelatihan untuk Guru-Guru, seperti yang ada pada bit.ly/JagoTeachingTanpaPusing. Apa yang terjadi? Malah sekarang saya menjadi guru juga (istilah kerennya Trainer, untuk guru-guru lebih kreatif dan menyenangkan).


Dan ya, mungkin perbuatan tamparan itu tidak mengenakkan pada diri saya, akhirnya saya bertekad membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik! Tanpa sentuhan fisik, walau masih ada praktek seperti itu. 

Mohon doanya, semoga perjalanan ini bisa sampai tujuan, menciptakan Guru yang Kreatif, Menyenangkan dan Ngangenin!

Terima kasih sudah menyimak tulisan ini. Semoga menginspirasi.

Salam Hangat,

Sarwandi Eka Sarbini


Setelah Mengisi Training Guru-Guru di Medan

Training Guru-Guru di Makassar

Ingin bekerjasama untuk penyelenggaraan Training ini untuk Guru-Guru di Sekolah Anda? Atau ingin jadi Tim Mr. Magicvator? Ayo kita mulai bekerjasama, 
WA/SMS: 085-242-533-592

Friday, May 6, 2016

Inilah Ebook Magic Words


Silakan download eBook Magic Words klik -> di sini

Jangan lupa password membuka ebook-nya: magicvator 

Semoga bermanfaat, jangan lupa klik tombol share untuk membagikan informasi ini kepada teman-teman Anda via sosial media Anda agar manfaatnya menyebar.

Salam hangat

Sarwandi Eka Sarbini
(Bestselling Author, Trainer, Entrepreneur)


Friday, April 8, 2016

Rahasia Al-Fatihah dalam Dunia Bisnis



 

Di antara banyak surah yang dibaca dalam sholat, apa yang paling sering diulang-ulang? Yap, betul. Surah Al-Fatihah.

Hampir-hampir tidak pernah kita menjumpai Imam Sholat terlupa walau satu ayat dalam surah tersebut, dibanding surah yang lain yang kadang terlupa ayatnya.

Kenapa demikian? Inilah kunci yang bernama Repetisi. R-e-p-e-t-i-s-i alias pengulangan. Dalam dunia pendidikan, sesuatu yang berulang akan sulit untuk terlupa, bahkan secara otomatis tubuh sudah merekam dan tanpa sadar kita akan melakukannya tanpa kontrol dari pikiran sadar.

Nah, dalam dunia karir dan bisnis, semakin sering Anda repetisi diri Anda pada hal yang sama akan membentuk Muscle Memory pada tubuh Anda. Apa itu Muscle Memory? Itulah memori yang pada tubuh setiap kita sebagai manusia.

Semakin sering melakukan hal yang sama berkali-kali, maka tubuh akan merekam secara otomatis. Dan ketika Anda melakukannya kembali, tubuh Anda melakukannya tanpa kontrol dari pikiran sadar.

Makanya, kalau ada yang sudah mencintai dunia penjualan, kalau nggak  jualan satu hari saja terasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Hehehe. Begitupula profesi lainnya.

Untuk itulah perlunya membangun habits (kebiasaan) positif dalam hidup kita. Memang banyak orang sulit mengubah nasibnya, tapi setiap orang bisa membentuk habits-nya, dan habits-nyalah yang akan mengubah nasibnya!

Habits!

Ngomong-ngomong soal surah Al-Fatihah. Surah ini dikenal sebagai “Ummul Qur’an” (Ibunya Al-Qur’an). Dan para ahli pun mengatakan “Repetisi adalah Induk (Ibu) dari segala ilmu.” Al-Fatihah bisa disebut Induk, karena dialah surah yang sering diulang-ulang setiap hari dalam sholat kita. Setujuuuuu?

Saya Sarwandi Eka Sarbini, mengucapkan selamat berjuang dan membentuk habits ^_^

Salam Sukses Berkah!

Ingin diskusi bersama saya?
Grup Facebook: 
Instagram: Magicvator


*Jika artikel ini bermanfaat silakan share ya. Semoga jadi amal jariyah buat kita karena menjadi penghubung kebaikan dengan orang-orang di sekitar kita. Aaamiiin.