Sarwandi Eka Sarbini -Mr.Magicvator-

Belajar dari Sang Pemenang

Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan, Penulis), Sarwandi Eka Sarbini (Magicvator, Penulis), Felix Siauw (Penulis Buku Beyond The Inspiration)

The Miracle of You

Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda

Training Otak Kanan

Training Seharian bersama Mr. Magicvator

Karya Mr. Magicvator, Anda sudah baca?

Kunjungi Gramedia Terdekat atau Pesan lewat Management Magicvator SMS/WA: 089648969622 (Dapat TTD Penulis)

Training Smart Brain - Teknik Menghafal Cepat dan Melejitkan Daya Ingat!

Cek dan klik -> facebook.com/SarwandiEkaSarbini

Monday, April 19, 2010

Air Embun Mampu Atasi Gangguan Sirkulasi Darah

Liputan6.com, Jakarta: Air minum embun dalam botol (purence dew drinking water) yang dihasilkan dari kelembaban udara dengan teknologi syatemized dew process (SDP) mampu mengatasi gangguan sirkulasi darah. Demikiakan dikatakan Lucie Widowati dari Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan dalam sebuah seminar di Jakarta, baru-baru ini.

"Air minum embun purence merupakan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehingga dapat terdistribusi dengen lebih efisien dan efektif untuk membuang racun dari dalam tubuh," kata Lucie. "Dengan demikian, sel-sel dan jaringan tubuh terpelihara dengan baik."

Dijelaskannya, air embun itu pun bisa membuat tubuh manusia lebih tahan terhadap serangan penyakit, baik untuk pencernaan dan metabolisme tubuh, menjaga vitalitas tubuh, serta melembabkan kulit, sehingga wajah tampak awet muda dan cerah. "Bahkan, air embun tersebut juga mampu menurunkan koleterol dan LDL," katanya.

Air embun purence, kata Lucie, mampu mencegah dan membantu menyembuhkan atherosclerosis (penebalan dinding arteri akibat penumpukan lemak) yang akan menyumbat sirkulasi darah. Bahkan, katanya, membantu mengencerkan darah sehingga mencegah dan mengurangi risiko stroke.

"Selain itu,air embun itu juga mampu mengatasi dan menecegah sembelit, membantu mencapai berat badan yang ideal, membuang racun dan garam dari tubuh secara efektif, serta menjaga kelembaban kulit dan tubuh," rinci Lucie.

Uji praklinis itudilakukan Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes Kemenkes, dan PT Divine Eternair Water Indonesia, pada Maret- November 2009. Hal itu dimaksudkan untuk menguji manfaat terapi air embun.(Ant/SHA)

Anda Cinta Lingkungan? Yuk, Matikan Lampu 1 Jam

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi Anda yang ingin berpartisipasi menanggulangi dampak perubahan iklim dunia, silakan matikan lampu rumah atau gedung Anda selama satu jam. Anda dapat mematikan lampu malam ini sejak pukul 20.30 hingga 21.30.

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia Fitrian Ardiansyah mengatakan, malam ini lebih dari 4.000 kota di 125 negara akan berpartisipasi dalam aksi global untuk Earth Hour sebagai aksi bersama mengurangi laju perubahan iklim.

"Dari Rio de Janiero hingga perbukitan Los Angeles, 56 ibu kota dan 8 dari 10 kota metropolitan paling padat di dunia akan bergabung dengan melakukan satu hal yang kecil yang lintas batas, lintas generasi, dan lintas kepentingan," ucap dia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (27/3/2010).

Tidak hanya masyarakat dunia, kata Fitrian, masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta akan mematikan lampu di beberapa ciri khas kota besar, bangunan komersial, papan reklame, dan lain-lain.

Pemprov DKI Jakarta akan turut serta dengan mematikan lima ikon Jakarta, yaitu Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, Monas dan Air Mancur Pesona Monas, Gedung Balai Kota dan gedung pemerintahan lain, Patung Pemuda, dan Air Mancur Arjuna Wijaya.

Hingga malam ini, kata Fitriani, lebih dari 170 gedung di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto telah memberikan konfirmasi kepada WWF akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan Earth Hour oleh WWF dipusatkan di Monas. Rencananya, pembukaan kegiatan akan dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Prijanto. Selama pemadaman lampu akan diisi dengan hiburan bernuansa hemat listrik.

600 Tahun Silam, Ulama Mendaur Ulang Jelaga untuk Tinta

BOGOR, KOMPAS.com Sebanyak 250 ulama dari 14 negara menghadiri Konferensi Internasional I Aksi Umat Islam untuk Perubahan Iklim di Kota Bogor, Jumat (9/4/2010) hingga Sabtu (10/4/2010).

Mereka memantapkan akar-akar teologis soal kepedulian Islam terhadap lingkungan hidup. Mahmoud Akef, pendiri Earth Mate Dialog Center yang berbasis di London, Inggris, mengatakan, masalah lingkungan hidup banyak dibahas dalam Al Quran. Begitu juga dalam keseharian Nabi Muhammad, beliau banyak berbicara tentang perlunya menjaga lingkungan.

Ia mencontohkan tindakan para ulama 600 tahun silam di Masjid Solaimania di Istambul, Turki. Pada saat itu, prinsip mendaur ulang pun sudah dikenal. Mereka, yang saat itu menggunakan penerangan dari minyak/lilin, menangkap asap hitamnya sehingga tidak mengotori udara. "Jelaga yang terkumpul didaur ulang menjadi tinta," katanya.

Emil Salim, anggota Dewan Penasehat Presiden RI, seusai menjadi salah satu pembicara di konferensi tersebut, bercerita mengenai penyebab merosotnya peradaban Islam.

"Masalah ini (turunnya peradaban Islam) banyak terori. Salah satunya akibat buku-buku yang ditulis cendekia muslim dibakar saat Istambul diserbu (Mongol) pada abad ke-7. Setelah buku-buku habis, yang lebih berkembang masalah fikih Islam, cenderung menekankan pengajaran apa saja yang dilarang. Misalnya, umat Islam tidak boleh membunuh, tidak boleh ini, tidak boleh itu," katanya.

Menurut dia, hal itu berlanjut hingga kini, termasuk di Indonesia. Misalnya dalam menyikapi soal pornografi. "Penggunaan kata bernada larangan atau negatif itu cenderung mengukung pemikiran. Karena itu, Al Quran jangan hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan dipahami," katanya.

Menurut dia, ajaran tentang shalat harus menghadap kiblat melahirkan ilmu astronomi. Adapun ajaran soal Allah menciptakan manusia dari segumpal darah melahirkan ilmu kedokteran.

Mengenai perubahan iklim, mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto itu menuding bahwa masalah itu adalah akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi, memelihara lingkungan tidak dimasukkan dalam biaya produksi. "Akibatnya, keharusan ada analisis dampak lingkungan dan pengolahan limbah tidak dilakukan dengan baik, bahkan diabaikan karena dianggap hanya membebani ongkos produksi," katanya.

Berapa Banyak Kulit Membutuhkan Air?

Liputan6.com, Jakarta: Sebuah tips sehat dan cantik melontarkan nasihat jitu praktisi kesehatan untuk mengkonsumsi delapan gelas sehari. Syahdan, pasokan delapan gelas tadi bakal membuat kulit jauh dari kusam dan kering. Namun, apakah delapan gelas adalah takaran ideal? Apa yang terjadi pada kulit jika minum terlalu banyak air?

Dr. Leslie Baumann, direktur dari Baumann Cosmetics and Research Institute di Miami Beach, Amerika Serikat, menuturkan bahwa setiap sistem tubuh membutuhkan air agar berfungsi dengan baik. Dan kulit masuk di dalamnya.

Tapi jika kulit sudah kadung kering, maka yang harus dipertimbangkan bukan sekadar jumlah gelas air putih yang harus ditambahkan ke dalam tubuh. Melainkan seberapa baik kulit kita mengeluarkan pelembap alaminya. Karena sebenarnya, setiap kita memiliki pelindung kulit yang berfungsi mengunci kelembapan dengan cara memastikan sel-sel kulit mengikat air dengan sempurna.

Hanya saja kondisi eksternal seperti sering berada di ruangan ber-AC, atau panas terik matahari, dan polusi udara membuat sel-sel kulit merenggang yang kemudian diikuti dengan melonggarkan “kunci” pengikat air. Tidak berhenti sampai di sana, kondisi ini akan membuat kulit semakin kering dan kerutan-kerutan pun tak bisa dihindari.

Baumman punya jalan keluar. Misalnya, mengkonsumsi makanan yang kaya akan omega-3 seperti ikan salmon dan biji rami atau flaxseed. Makanan-makan ini yang nantinya akan menjadi pelindung kulit baru untuk mengunci air lebih kuat.

Lalu bagaimana dengan takaran delapan gelas air putih setiap hari? Bagi Baumman, delapan gelas bukanlah ukuran yang harus menjadi patokan semua orang. “Jangan salah sangka dulu. Saya ingin mengingatkan, bahwa tubuh membutuhkan 20 air dari makanan dan minuman. Dan bicara mengenai minuman, cangkir kopi serta teh yang kita nikmati itu juga masuk hitungan," kata Baumman.

Artinya, Dia menambahkan, ukuran ideal untuk mengkonsumsi air sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dan tingkat aktivitas. “Tapi jika kita berbicara sumber air yang paling baik untuk kulit, jawaban konkretnya hanya satu, yaitu air putih.”

Sedangkan untuk minuman seperti jus, Baumman mengingatkan agar tidak ditambahkan dengan gula. Pasalnya, gula adalah satu dari sederet penyebab kerutan wajah. Alternatif lainnya, Baumman menyarankan agar kita menikmati teh hijau yang memang kaya akan antioksidan. “Setelah semuanya dilakukan dengan benar, saya ucapkan selamat menikmati kulit indah dan sehat Anda.”(Siagian Priska)

Krim Wajah dari ASI Mampu Basmi Jerawat

Liputan6.com, California: Selain bermanfaat buat anak bayi, ternyata air susu ibu (ASI) juga berkhasiat membasmi jerawat. Untuk itu, para remaja yang dijengkelkan dengan masalah wajah berjerawat, tidak perlu khawatir lagi. Baru-baru ini sebuah penelitian tengah meneliti krim wajah yang dibuat dari ASI dan minyak kelapa terbilang ampuh menyembuhkan jerawat remaja.

Ilmuan Amerika menemukan di dalam ASI terdapat komponen yang disebut asam laurat, yang juga ditemukan dalam minyak kelapa. Dissaya Pornpattananangkul, seorang mahasiswa pascasarjana bioteknologi dari Universitas California menemukan, asam laurat diyakini memiliki kualitas tinggi untuk melawan jerawat membandel, sehingga dapat menyelamatkan wajah jutaan remaja di seluruh dunia.

Keunggulan lain adalah temuan pengobatan baru ini tidak memiliki efek samping karena berasal dari produk alami. Berbeda dengan perawatan wajah yang belakangan marak dikalangan remaja--dapat menyebabkan kulit kemerahan dan terbakar. Biasanya jerawat menimpa lebih dari 85 persen remaja dan lebih dari 40 juta orang di Amerika Serikat.