Sarwandi Eka Sarbini -Mr.Magicvator-

Belajar dari Sang Pemenang

Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan, Penulis), Sarwandi Eka Sarbini (Magicvator, Penulis), Felix Siauw (Penulis Buku Beyond The Inspiration)

The Miracle of You

Ciptakan Keajaiban dalam Diri Anda

Training Otak Kanan

Training Seharian bersama Mr. Magicvator

Karya Mr. Magicvator, Anda sudah baca?

Kunjungi Gramedia Terdekat atau Pesan lewat Management Magicvator SMS/WA: 089648969622 (Dapat TTD Penulis)

Training Smart Brain - Teknik Menghafal Cepat dan Melejitkan Daya Ingat!

Cek dan klik -> facebook.com/SarwandiEkaSarbini

Tuesday, April 27, 2010

Tertawa Bisa Meningkatkan Nafsu Makan

Sumber: Detik.com

Jakarta,
Apabila tidak punya waktu untuk berolah raga, sempatkanlah untuk tertawa. Dalam beberapa hal rajin tertawa bisa disamakan dengan rajin olah raga, karena efek yang dihasilkan hampir setara.

Dilansir dari Sciencedaily, Selasa (27/4/2010), sebuah penelitian pribadi pernah dilakukan pada tahun 1970-an oleh Norman Cousin, orang awam yang pernah merasakan manfaat tertawa. Ia menyimpulkan bahwa humor dan tawa bahagia bisa memperbaiki kesehatannya, dan kesimpulan tersebut dimuat di New England Journal of Medicine.

Dr. Lee S. Berk dari Loma Linda University, berkolaborasi dengan Dr. Stanley Tan tertarik untuk menindaklanjutinya. Sejak tahun 1980-an, mereka mengembangkan penelitian yang telah dirintis Cousin tersebut.

Hasilnya adalah, tawa terbukti mampu mengoptimalkan produksi hormon pada sistem endokrin. Kadar kortisol dan epinefrin berkurang, dan inilah yang menyebabkan stres berkurang. Tawa juga bisa meningkatkan sistem imun dengan memacu produksi antibodi.

Dalam penelitian tersebut mereka sekaligus memperkenalkan Laughercise, sebuah rangkaian tawa yang diklaim punya efek setara dengan olahraga ringan. Selain meningkatkan mood dan mengurangi hormon stress, Laughercise mampu meningkatkan sistem imun. Efek lainnya adalah menurunkan kadar kolesterol jahat (HDL) serta tekanan darah dan menaikkan kadar kolesterol baik (LDL).

Mempengaruhi Nafsu Makan

Baru-baru ini, Berk kembali meneliti efek tawa pada tubuh manusia. Kali ini ia mengajak rekannya di Loma Linda University, Dr. Jerry Petrofsky. Tujuannya adalah melihat pengaruh eustress (tawa bahagia) dan distress (perasaan susah) terhadap nafsu makan.

Dalam penelitian yang berlangsung selama 3 minggu ini, mereka melibatkan 14 orang relawan. Secara acak, partisipan dipertontonkan video berdurasi 20 menit dengan jeda masing-masing 1 minggu untuk menghilangkan efek video sebelumnya.

Untuk memunculkan efek distress, Berk memutarkan cuplikan dari 20 menit pertama film Saving Private Ryan. Sementara untuk eustress, relawan dibebaskan memilih video lucu apa saja sesuai selera humor mereka, dengan durasi yang sama yakni 20 menit.

Sebelum dan sesudah menonton video, tekanan dan sampel darah para relawan diamati. Dua hormon yang mempengaruhi nafsu makan yakni leptin dan ghrelin diamati dari serum yang telah dipisahkan dari sampel darah.

Dari pengamatan terhadap relawan yang menonton video distress, Berk tidak menemukan perubahan pada tekanan darah maupun kadar hormon. Sementara pada relawan yang menonton video eustress, tekanan darah dan kadar hormon berubah.

Perubahan tersebut adalah, kadar leptin turun sementara ghrelin meningkat. Menurut Berk, efek yang sama juga diperoleh ketika orang melakukan olahraga ringan yang disebut-sebut bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan.

Berk memang tidak menyimpulkan bahwa tertawa bisa meningkatkan nafsu makan. Namun menurutnya penelitian ini membuka kemungkinan untuk menemukan solusi pengatasan masalah nafsu makan, terutama bagi mereka yang tidak bisa rutin berolahraga.

Misalnya pada lansia, depresi dan kurangnya aktivitas fisik sering berdampak pada menurunnya nafsu makan. Hal ini sering memicu nyeri kronis, dan menurunnya kondisi kesehatan secara umum. Hal yang sama juga dialami janda atau duda yang baru saja ditinggal pasangannya.

Monday, April 19, 2010

Plester Ampuh Sembuhkan Luka

Liputan6.com, Jakarta: Ketika tergores atau terluka, biasanya Anda membiarkan luka dalam keadaan terbuka agar cepat mengering dan sembuh. Namun ternyata, pemikiran kuno ini tidak benar. Sebab sebuah panduan dermatologi terbaru di Eropa mengungkapkan, cara terbaik menyembuhkan luka adalah dengan menutupnya.

"Menutup luka berarti mempercepat proses penyembuhannya," ujar Diane Madfes, MD., asisten profesor klinis bidang dematologi dari Mt. Sinai School of Medicine. Panduan tersebut menjelaskan, luka dapat sembuh 40 persen lebih cepat bila dijaga kebersihan dan kelembabannya. Tidak cukup dengan hanya menutupnya, luka juga harus diolesi salep antibakteri atau dibalut dengan plester. Dengan begitu, luka aman dari kotoran-kotoran yang bertebaran di alam bebas.

Menutup luka juga dapat mendorong sistem imun alami tubuh bekerja hingga mencegah infeksi, memperbaiki kembali sel-sel kulit yang rusak, serta membersihkan sisa luka. Oleh karena itu, sediakan selalu salep antibakteri dan plester di saku Anda untuk mengamankan luka dari infeksi.(preventionindonesia.com/AST)

Air Embun Mampu Atasi Gangguan Sirkulasi Darah

Liputan6.com, Jakarta: Air minum embun dalam botol (purence dew drinking water) yang dihasilkan dari kelembaban udara dengan teknologi syatemized dew process (SDP) mampu mengatasi gangguan sirkulasi darah. Demikiakan dikatakan Lucie Widowati dari Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan dalam sebuah seminar di Jakarta, baru-baru ini.

"Air minum embun purence merupakan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehingga dapat terdistribusi dengen lebih efisien dan efektif untuk membuang racun dari dalam tubuh," kata Lucie. "Dengan demikian, sel-sel dan jaringan tubuh terpelihara dengan baik."

Dijelaskannya, air embun itu pun bisa membuat tubuh manusia lebih tahan terhadap serangan penyakit, baik untuk pencernaan dan metabolisme tubuh, menjaga vitalitas tubuh, serta melembabkan kulit, sehingga wajah tampak awet muda dan cerah. "Bahkan, air embun tersebut juga mampu menurunkan koleterol dan LDL," katanya.

Air embun purence, kata Lucie, mampu mencegah dan membantu menyembuhkan atherosclerosis (penebalan dinding arteri akibat penumpukan lemak) yang akan menyumbat sirkulasi darah. Bahkan, katanya, membantu mengencerkan darah sehingga mencegah dan mengurangi risiko stroke.

"Selain itu,air embun itu juga mampu mengatasi dan menecegah sembelit, membantu mencapai berat badan yang ideal, membuang racun dan garam dari tubuh secara efektif, serta menjaga kelembaban kulit dan tubuh," rinci Lucie.

Uji praklinis itudilakukan Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes Kemenkes, dan PT Divine Eternair Water Indonesia, pada Maret- November 2009. Hal itu dimaksudkan untuk menguji manfaat terapi air embun.(Ant/SHA)

Anda Cinta Lingkungan? Yuk, Matikan Lampu 1 Jam

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi Anda yang ingin berpartisipasi menanggulangi dampak perubahan iklim dunia, silakan matikan lampu rumah atau gedung Anda selama satu jam. Anda dapat mematikan lampu malam ini sejak pukul 20.30 hingga 21.30.

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia Fitrian Ardiansyah mengatakan, malam ini lebih dari 4.000 kota di 125 negara akan berpartisipasi dalam aksi global untuk Earth Hour sebagai aksi bersama mengurangi laju perubahan iklim.

"Dari Rio de Janiero hingga perbukitan Los Angeles, 56 ibu kota dan 8 dari 10 kota metropolitan paling padat di dunia akan bergabung dengan melakukan satu hal yang kecil yang lintas batas, lintas generasi, dan lintas kepentingan," ucap dia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (27/3/2010).

Tidak hanya masyarakat dunia, kata Fitrian, masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta akan mematikan lampu di beberapa ciri khas kota besar, bangunan komersial, papan reklame, dan lain-lain.

Pemprov DKI Jakarta akan turut serta dengan mematikan lima ikon Jakarta, yaitu Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, Monas dan Air Mancur Pesona Monas, Gedung Balai Kota dan gedung pemerintahan lain, Patung Pemuda, dan Air Mancur Arjuna Wijaya.

Hingga malam ini, kata Fitriani, lebih dari 170 gedung di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto telah memberikan konfirmasi kepada WWF akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan Earth Hour oleh WWF dipusatkan di Monas. Rencananya, pembukaan kegiatan akan dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Prijanto. Selama pemadaman lampu akan diisi dengan hiburan bernuansa hemat listrik.

600 Tahun Silam, Ulama Mendaur Ulang Jelaga untuk Tinta

BOGOR, KOMPAS.com Sebanyak 250 ulama dari 14 negara menghadiri Konferensi Internasional I Aksi Umat Islam untuk Perubahan Iklim di Kota Bogor, Jumat (9/4/2010) hingga Sabtu (10/4/2010).

Mereka memantapkan akar-akar teologis soal kepedulian Islam terhadap lingkungan hidup. Mahmoud Akef, pendiri Earth Mate Dialog Center yang berbasis di London, Inggris, mengatakan, masalah lingkungan hidup banyak dibahas dalam Al Quran. Begitu juga dalam keseharian Nabi Muhammad, beliau banyak berbicara tentang perlunya menjaga lingkungan.

Ia mencontohkan tindakan para ulama 600 tahun silam di Masjid Solaimania di Istambul, Turki. Pada saat itu, prinsip mendaur ulang pun sudah dikenal. Mereka, yang saat itu menggunakan penerangan dari minyak/lilin, menangkap asap hitamnya sehingga tidak mengotori udara. "Jelaga yang terkumpul didaur ulang menjadi tinta," katanya.

Emil Salim, anggota Dewan Penasehat Presiden RI, seusai menjadi salah satu pembicara di konferensi tersebut, bercerita mengenai penyebab merosotnya peradaban Islam.

"Masalah ini (turunnya peradaban Islam) banyak terori. Salah satunya akibat buku-buku yang ditulis cendekia muslim dibakar saat Istambul diserbu (Mongol) pada abad ke-7. Setelah buku-buku habis, yang lebih berkembang masalah fikih Islam, cenderung menekankan pengajaran apa saja yang dilarang. Misalnya, umat Islam tidak boleh membunuh, tidak boleh ini, tidak boleh itu," katanya.

Menurut dia, hal itu berlanjut hingga kini, termasuk di Indonesia. Misalnya dalam menyikapi soal pornografi. "Penggunaan kata bernada larangan atau negatif itu cenderung mengukung pemikiran. Karena itu, Al Quran jangan hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan dipahami," katanya.

Menurut dia, ajaran tentang shalat harus menghadap kiblat melahirkan ilmu astronomi. Adapun ajaran soal Allah menciptakan manusia dari segumpal darah melahirkan ilmu kedokteran.

Mengenai perubahan iklim, mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto itu menuding bahwa masalah itu adalah akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi, memelihara lingkungan tidak dimasukkan dalam biaya produksi. "Akibatnya, keharusan ada analisis dampak lingkungan dan pengolahan limbah tidak dilakukan dengan baik, bahkan diabaikan karena dianggap hanya membebani ongkos produksi," katanya.